Lamer | Jakarta – Pemakzulan (impeachment) Presiden Donald Trump oleh Senat AS dimulai dengan pengambilan sumpah para hakim dan senator AS, Kamis (16/1/2020).

Tujuannya agar hakim dan senator tidak memihak terhadap presiden ke-45 Negeri ‘Uncle Sam’ itu selama sidang senat AS.

Di acara sumpah, Hakim Ketua Mahkamah Agung John Roberts mengenakan jubah hitam, mengangkat tangan kanannya, dan berjanji memimpin persidangan secara adil.

Dia kemudian berganti mengambil sumpah 99 dari 100 senator dalam sidang pemakzulan ketiga sepanjang sejarah AS itu.

“Saya bersedia,” demikian kata anggota Senat AS setelah Roberts menanyakan apakah mereka bersedia melakukan persidangan secara adil.

Adapun satu senator yang absen, James Inhofe dari Partai Republik, beralasan tidak bisa hadir karena ada urusan keluarga yang penting.

Namun, dia akan diambil sumpahnya pada Selasa (21/1/2020) pekan depan, di mana sidang bakal dimulai secara penuh.

Artikel Pemakzulan Trump

Sebelumnya, dua artikel pemakzulan Trump, yakni penyalahgunaan kekuasaan, dan upaya menghalangi Kongres dibacakan secara simbolis.

Sergeant of Arms (Pemimpin Sidang) Senat, Michael Stenger, kemudian memperingatkan mereka untuk mendengarkan dengan khidmat.

“Hai dengarkan, dengarkan,” tegas Stenger yang meminta para senator tetap diam, atau berpotensi berhadapan dengan penjara.

Adam Schiff, Ketua Komite Intelijen DPR AS, bertindak sebagai ketua tim penuntut, membacakan tuntutan bahwa Trump melakukan ‘kejahatan besar’.

Presiden berusia 73 tahun tersebut dituding menahan bantuan militer Ukraina antara Juli sampai September 2019 sebesar USD 391 juta atau Rp 5,3 triliun.

Trump dituding melakukannya sebagai upaya menekan Kiev agar menyelidiki Joe Biden, calon lawan politiknya pada Pilpres AS 2020.

Kemudian, artikel kedua pemakzulan mengenai upaya sang presiden menahan dokumen hingga saksi yang dibutuhkan DPR AS sebagai bukti.

Pemimpin Mayoritas Senat Mitch McConnell menyatakan, dia akan berkonsultasi soal sidang tersebut dengan Gedung Putih.

Sejak awal, dia sudah mengkritik jalannya proses sidang di DPR AS sebagai ‘tidak adil’, dan menuding oposisi Partai Demokrat bertindak partisan.

“Masa House of Representatives (DPR AS) telah usai. Kini waktu ada di tangan Senat,” ujarnya sebagaimana diwartakan AFP.
Demokrat butuh 20 senator lain

Dibutuhkan setidaknya dua pertiga dukungan dari 100 senator agar Trump jadi presiden AS yang dilengserkan dari jabatannya.

Artinya, Demokrat yang berjumlah 45 orang butuh setidaknya dukungan 20 senator Republik, ditambah dua senator independen.

Namun, Republik yang menguasai Senat dengan 53 orang belum menunjukkan tanda-tanda bakal mengalihkan dukungan dari Trump. (*)