Lamer | Bandung – Sunda Empire di Bandung, ramai di media sosial. Disebutkan, organisasi itu bertujuan membuat Indonesia lebih makmur dan sejahtera.

Disebutkan di video yang beredar, masa pemerintahan dunia akan berakhir sampai 15 Agustus 2020.

Tidak detil. Apakah berakhir akibat kiamat, atau bagaimana?

SUNDA EMPIRE to EARTH EMPIRE.Kok bisa yah mereka yg mendengarkan orang ini tanpa berpikir panjang atau menyelidiki kebenarannya dengan mengujinya dgn HUKUM yg Berlaku di Negara dimana mereka tinggal. Dunia kan ga sesempit BandungMereka juga bisa googling.Ya minimal pikiran mereka seharusnya berpijak pada kesadaran bahwa mereka sedang berada di sebuah negara yang memilki Dasar Hukum tapi ini kok bisa2nya mereka hanya menerima saja?Btw perilaku mereka "Menerima saja tanpa Berpikir dan Menyelidiki kebenarannya" ada kok di dalam kehidupan bergereja.Mulai dari yang ekstrim sampai eskrim.Mulai dari:Percaya pemimpin gerejanya adalah titisan Yesus, Percaya kiamat tanggal sekian bulan sekian tahun sekian, Menyembuhkan pakai semprot baygon,Seluruh anggota meninggalkan keluarga secara total dan berkelana bersama pemimpin rohani, sama seperti para rasul yang mengikut Yesus,Percaya kalau lakukan pemberian sejumlah uang PASTI sembuh, kaya, dapat jodoh dll.Masih banyak lagi…Entah apa yang merasuki mereka sehingga mereka begitu yakin omongan orang di video ini.Namun yg pasti sepertinya mereka bahagia dgn bermain peran sambil mengenakan seragam.😁👌😁!

Dikirim oleh Gideon Sihombing pada Kamis, 16 Januari 2020

“Kejayaan itu dikendalikan di Bandung sebagai Mercusuar,” demikian penjelasan soal Sunda Empire di akun Facebook Renny Khairani Miller yang juga viral di whatsapp group.

Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Bandung, Ferdi Ligaswara mengaku belum mengetahui soal keberadaan Sunda Empire ini.

Jika pengakuan Ferdi Ligaswara itu benar, maka Kesbangpol Bandung ketinggalan jauh dari hiruk-pikuk media sosial. Mereka ‘tenggelam di dunia lama’.

Namun, Pemkot akan melakukan penelusuran.

“Akan menelusuri dulu,” kata Ferdi saat dikonfirmasi wartawan pada Jumat (17/1/2020).

Ferdi menyebut, penelusuran dilakukan untuk memastikan Sunda Empire berbenturan dengan aturan atau tidak.

Jangan sampai kehadiran mereka menimbulkan kegaduhan di masyarakat.

“Jangan membuat kegaduhan atau hal-hal yang berbenturan dengan aturan,” ucap dia.

Keberadaan Sunda Empire tersebar di media sosial, YouTube, Facebook, bahkan WhatsApp. Mereka berulangkali mengunggah aktivitasnya dengan akun Sunda Empire.

Salah satu rekaman video memperlihatkan anggota Sunda Empire diduga sedang berada di Lapangan Gasibu dengan mengenakan seragam dan topi baret.

Dalam video itu tampak seorang pria tengah berbicara di hadapan sekelompok orang.

Antara lain dia mengatakan,”… asal mereka datang ke Bandung, mendaftarkan diri pada sistem imperium dunia, namanya Kekaisaran Sunda, Kekaisaran Matahari.”

Pada kalimat yang terakhir, “Kekaisaran Matahari”, lha…. kayak Jepang, donk. (*)