Lamer | Purworejo – Video penganiayaan di sekolah, viral. Tiga siswa mengeroyok seorang siswi di SMP Muhammadiyah Butuh, Kecamatan Butuh, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Rabu (12/2/2020) siang.

Perekam video itu, inisial F (16) juga pelajar di sekolah tersebut. Dia mengaku, awalnya iseng merekam video penganiayaan tersebut.

Tapi, kemudian para pelaku penganiayaan, justru meminta F terus merekam kejadian tersebut.

Diketahui, video itu terjadi di SMP Muhammadiyah Butuh di Kecamatan Butuh, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Rabu (12/2/2020) siang. Di dalam kelas.

Dalam video tersebut, terlihat seorang siswi ditendang dan dipukuli oleh tiga siswa di dalam kelas.

Perekam video, F (16) kepada wartawan mengatakan:

“Iya, dipukul ditendang (korbannya) nggak tahu kalau niat awalnya apa,” kata F saat ditemui wartawan di depan sekolahnya, SMP Muhammadiyah Butuh di Kecamatan Butuh, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Kamis (13/2/2020) pagi.

Dilanjut, kronologinya: “Saya kan lagi di kelas IX, terus penasaran di kelas VIII ada apa, terus saya ambil HP saya iseng merekam.”

Dilanjut: “Malah pelaku minta divideo terus, ya tetap saya rekam terus.”

Setelah video menjadi viral, polisi akhirnya turun tangan untuk menangani kasus tersebut.

VIRAL.., Video Siswi Berhijab Ditendangi Teman Sekelas, Diduga di SMP Muhammadiyah Purworejo Jateng

VIRAL.., Video Siswi Berhijab Ditendangi Teman Sekelas, Diduga di SMP Muhammadiyah Purworejo JatengTengah viral sebuah video yang menunjukkan perundungan atau bullying secara fisik yang dilakukan oleh tiga siswa terhadap seorang siswi berhijab. Peristiwa ini diduga terjadi di SMP Muhammadiyah Butuh, Purworejo, Jawa Tengah.Meski belum terkonfirmasi peristiwa itu terjadi di SMP Muhammadiyah Butuh, namun video perundungan ini sudah menyebar di media sosial, terutama Twitter, dan membuat netizen ngamuk habis.

Dikirim oleh Gudang Redaksi +62 pada Rabu, 12 Februari 2020

Pihak sekolah, membenarkan bahwa peristiwa tersebut terjadi di dalam kelas VIII saat pergantian jam pelajaran.

“Iya betul, kejadiannya pada saat pergantian jam pelajaran. Untuk tempatnya di ruang ini, di bangku ini,” kata salah satu guru, Tutik saat ditemui wartawan, Kamis (13/2/2020).

Ibu Guru Tutik menunjukkan kepada wartawan, bangku dimana korban duduk dan ditendang serta dipukuli.

Pihak sekolah pun mengaku kecolongan atas peristiwa tersebut. Untuk penyebab pasti kejadian tersebut, pihak sekolah juga belum mengetahui secara pasti.

“Penyebabnya belum tahu pasti. Sebenarnya anak-anak itu kan nggak boleh bawah HP, biasanya sebelum masuk HP dioperasi terus dititipkan kantor. Nah kebetulan kemarin yang ngrekam itu anaknya terlambat jadi lagsung masuk. Kami memang kecolongan, apalagi pas jam pergantian jadi kami kurang mengawasi,” lanjutnya. (*)