Lamer | Jakarta – Bekerja-belajar di rumah, melahirkan kreativitas masyarakat. Jika semula teleconference kurang familiar, kini digunakan di mana-mana.

Misalnya, alumni SMPN 2 Surabaya angkatan 1988. Mereka punya gaya hidup baru, akibat Covid-19.

Hampir setiap hari mereka temu virtual menggunakan aplikasi Zoom Cloud Meetings. Ini biasa digunakan untuk seminar atau rapat jarak jauh, melibatkan banyak peserta.

“Selain mudah, juga murah,” kata Prilly Ismadie, salah satu dedengkot alumni yang juga petinggi marcomm sebuah bank terbesar BUMN.

Zoom Cloud Meetings biasa digunakan sebagai rapat di kantor Prilly Ismadie.

Lalu dia usulkan kepada kawan-kawan alumni dijadikan ajang temu kangen.

Lalu direspon sahabat dekatnya, Indah Suci (47) yang juga anggota komunitas dan kini tinggal di kawasan BSD.

“Yukkkk kita coba Zoom Cloud Meet,’’ seru Indah Suci melalui group WA.
Mayoritas anggota pun responsip dan segera mengagendakan esok jam 13:00 WIB bisa metting virtual bersama. Indahpun meminta anggota segera mengisntal Zoom Cloud Meet.

“Sebagai pokok bahasan pertama ditetapkan “Bagaimana mengelola keuangan di masa sulit? Ok,” ujar penggemar kuliner khas Jawa Timur, Rujak Cingur dan Tahu Campur, semangat.

Dalam suasana PSBB, pertemuan fisik memang semakin sulit dilakukan. Kamtor-kantor tutup. Kendaraan angkutan umum terbatas. Video conference menjadi solusi baru.

Terbukti, Indah Suci (bussines women) bermukim di BSD City. Sedangkan Prilly di Pondok Labu Estate.

Anggota lain Deddy Herlambang (ASN) di Kelapa Gading. Irmawan Safei, Manager perusahaan penerbangan swasata tinggal di Cengkareng. Donny dan Ermawan, pengusaha di Surabaya. Semua bertemu setiap hari secara virtual.

”Dulu harus menentukan waktu yang pas, halal bihalal biasanya, untuk bisa silaturahmi. Sekarang tidak perlu meninggalkan rumah sama sekali,” kata Donny, Penata Rias Artis profesional.

Tidak hanya digunakan untuk berkomunikasi, video conference Zoom Cloud Meet bagi praktisi media seperti Joko Intarto telah memanfaatkan aplikasi ini secara komersial.

Setidaknya, selama dua bulan masa pandemi, sejumlah perusahaan swasta maupun pemerintah telah menggunakan jasa operatornya untu rapat virtual melibatkan hingga 500 peserta.

“Kesimpulannya, teknologi menghasilkan cara kerja baru dan kecepatan beradaptasi menentukan keberhasilan. Bekerja secara jarak jauh menjadi gaya hidup baru,’’ ungakp Joko Intarto. (Esa)