Cegah Corona, Pemkot Depok Larang Pelaksanaan Ibadah Masal

Lamer | Depok – Pelaksanaan ibadah bersifat masal, masih dilarang di wilayah Pemerintah Kota Depok, Jawa Barat. Termasuk salat Jumat, ibadah di gereja, pura, dan tempat ibadah lainnya.

Pemkot Depok memperpanjang masa larangan pelaksanaan kegiatan keagamaan yang bersifat massal hingga 21 April 2020.

Keputusan itu disepakati lewat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kota Depok, Forum Kerukunan Umat Beragama Kota Depok, Majelis Ulama Indonesia serta para tokoh keagamaan lainnya di Kota Depok.

Wali Kota Depok, Mohammad Idris, dalam Surat Edarannya menyebutkan keputusan itu sebagai upaya pencegahan penyebaran berikut percepatan penanganan virus corona di wilayah Kota Depok.

“Memperpanjang pelaksanaan keagamaan yang bersifat massal (jemaah) untuk semua agama, termasuk di dalamnya salat Jumat di masjid, Misa di gereja dan sejenisnya,” ungkap Idris dalam Surat Edarannya, Kamis (2/4/2020).

“Surat Edaran ini berlaku sampai tanggal 21 April 2020 dan akan dievaluasi lebih lanjut,” sambungnya.

Sebagaimana diketahui, penyebaran corona atau COVID-19 masih terus terjadi di Indonesia, terutama di Pulau Jawa, khususnya lagi Jabodetabek.

Per hari ini, Kamis (2/4), tercatat kasus positif COVID-19 di Indonesia mencapai 1.790 kasus. Dari jumlah itu, 120 pasien berhasil sembuh, sedangkan yang meninggal sebanyak 170 orang. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *