oleh

Dzuriah Laskar Hizbullah Kembalaikan NU ke Pesantren dan Dzuriah Para Pendiri NU

Foto : H. Yusuf Syakir Koordinator Laskar Hizbullah Sabilillah

Surabaya l lampumerah.id – Sehubungan akan diselenggarakannya Muktamar NU di Lampung yang merupakan keputusan tertinggi jami’iyah NU untuk memilih pemimpin, mengesahkan rekomondasi keagamaan (Batshul Msail), pedoman arah politik, sosial, ekonomi dan kebangsaan.

Dzuriah Laskar Hizbullah dan Sabilillah memandang perlu untuk memberikan masukan kepada para Muktamirin agar dapat menelorkan putusan yang sesuai harapan dan cita cita, maksud serta tujuan didirikan jam’iyah NU oleh para Pendiri. Mengingat Laskar Hizbullah dan Sabilillah didirikan sebagai tentara pejuang kemerdekaan oleh PBNU, dengan demikian merupakan anak kandung dari NU itu sendiri.

“Dzuriah Laskar Hizbullah dan Sabilillah akan merasa sakit dan prihatin apabila keputusan yang diambil dari muktamar keluar jauh dari cita-cita para Dzuriah pendiri NU,”ungkap H. Yusuf Husni Syakir Koordinator Laskar Hizbullah Sabilillah, Kamis (24/11).

Untuk itu, lanjut H Yusuf pihaknya perlu memberikan masukan dan himbauan kepas para Muktamirin agar keputusan yang nantinya diambil dalam Muktamar sesuai dengan cita-cita para pendiri NU.

“Kita perlu menyampaikan himbauan dan masukan tersebut kepada Muktamirin,”ujarnya.

Adapun himbauan dan masukan tersebut adalah sebagai berikut :

1 Warnai Muktamar NU dengan kemurnian aspirasi secara ikhlas dan sesuai dengan standar garis kebijakan organisasi, sesuai keputusan Muktamar NU Situbondo 1984 yang telah kembali ke khittoh 1926. Sehingga pengurus PBNU Istiqomah dan selalu menjaga jarak dengan semua kekuatan politik praktis dan tidak ikut bermain politik, dukung mendukung dan calon atau mencalonkan.

2.Kembalikan marwah PBNU bahwa, lembaga Syuriah itu adalah lembaga tertinggi sedangkan lembaga Tanfidiyah itu merupakan pelaksana dari tugas tugas yang diperintahkan oleh Syuriah terutama dibidang sosial dan politik, sehingga apa yang disampaikan oleh pengurus Tanfidiyah telah segaris dengan Syuriah.

4. Untuk mengembalikan marwah NU tersebut, salah satunya diperlukan kembalinya NU ke pesantren secara utuh artinya dalam setiap kegiatan apapun bentuknya berada di pesantren dan tidak dibawa ke hotel atau di gedung gedung megah, karena roh NU itu ada di pesantren dan bukan di hotel, atau di gedung apalagi gedung milik publik/pemerintah.

5. Nahkoda PBNU juga perlu dikembalikan ke pesantren, termasuk susunan pengurus yang ada di semua tingkatan, secara berjenjang sesuai AD ART NU dan apabila semua tokoh masih dianggap meragukan dapat menjaga marwah NU sesuai cita cita para pendiri, maka selayaknya kembali ke Dzuriah pendiri NU atau setidaknya dikonsultasikan dengan Dzuriah Pendiri NU, agar tidak terlalu jauh keluar rel atau dianggap sebagai jamaah yang telah “menghianati” cita cita, maksud dan tujuan didirikannya jam’iyah NU.

Disampaikan H.Yusuf, Dzuriah Laskar Hizbullah yang merupakan anak yang hilang atau anak yang telah dilupakan tapi masih punya rasa sakit jika orang tuanya jalan ke jalan yang agak melenceng atau jam’iyah ini jadi olok-olokan atau kharisma Kyai NU jadi merosot. Dzuriah Laskar Hizbullah punya tanggung jawab dan harus menyampaikan himbauan tersebut kepada para Muktamirin.

“Dengan himbauan yang disampaiakan tersebut diharapkan akan bisa mengembalikan Marwah PBNU,”tandasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru