oleh

Diskusi Kebon Sirih Kritisi 100 Hari Kinerja Kapolri

Jakarta | Lamer – Dilantiknya Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menjadi Kapolri baru menggantikan Idham Azis masih menyisahkan sejumlah kontroversi. Alumni Akpol angkatan 91 ini termasuk kapolri termuda yang berhasil menyalip sejumlah perwira tinggi senior di atasnya.

“Listyo Sigit bisa dibilang lolos dari lubang jarum. Karena ada 9 Jenderal senior bintang 3 yang dilaluinya. Padahal Listyo memiliki masa pensiun panjang hingga tahun 2027. Sehingga komposisi pensejajaran terhadap para jenderal di kepolisian menjadi PR yang harus segera dilakukannya,’’ ungkap Ketua Indosenia Polis Wach Neta S. Pane dalam DISKUSI KEBON SIRIH yang digelar oleh Center Study’S of Jurnalis di Gedung Dewan Pers, Jumat sore(29/1).

Dalam kesempatan Diskusi Kebon Sirih yang juga menghadirkan Sekjen Masyarakat Anti Korupsi Indonesia, Kurniawan AD dan dipandu langsung Pemimpin Redaksi Lampumerah.id Esa Tjatur Setiawan tersebut.

Neta mengatakan, konsolidasi Lstyo Sigit sangat baik, sehingga paska dilantik tidak ada kecenderungan kontra versi meskipun Kapolri sekarang berlatarbelakang Non Muslim.

“Kita beri apresiasi atas pendekatan Sigit keberbagai unsur. IPW melihat tantangan berat Sigit terbukti akhirnya dilantik sebagai Kapolri seperti bak lolos dari lubang jarum,’’ Ungkap Neta S. Pane.

Namun demikian, lanjut Neta, sebagai Kapolri Listyo Sigit Parabowo harus mampu membangun paradigma baru konstruksi pendekatan hukum kepolisian dimata masyarakat. Penegakan hukum yang dapat menghadirkan rasa keadilan hukum dan kepercayaan bagi masyarakat.esa

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru