GRESIK | lampunerah.id – Ratusan masyarakat yang tinggal di wilayah Gresik Selatan nelangsa. Pasalnya, mereka harus berjuang menyelamatkan harta benda, termasuk jiwa, akibat banjir yang menerjang.

Disaat yang sama, Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafbudpora) Kabupaten Gresik justru mengelar pentas musik dengan mendatangkan penyanyi Denny Caknan, di Halaman Pemkab Gresik pada Jumat (14/11) malam.

Dari informasi yang dikumpulkan, konser penyanyi asal Ngawi tersebut dikemas dalam Pagelaran Seni dan Olahraga (Seniora), untuk memperingati Hari Pahlawan.

Konser itu menghabiskan anggaran Rp 84.999.999,36, namun tidak dituliskan asal sumber dananya. Rinciannya, untuk transportasi Denny Caknan dan kru datang, selama dan meninggalkan Gresik mencapai Rp 31.531.531,00.

Biaya akomodasi Rp 27.027.027,00, dan biaya untuk konsumsi tercatat Rp 18.018.018,00. Biaya total Rp 76.576.576,00, ditambah biaya Ppn 11 persen sebesar Rp 8.423.423,36 sehingga total angaran yang dikeluarkan sebesar Rp 84.999.999,36.

Jumlah tersebut, kabarnya belum termasuk honor Denny Caknan yang mencapai Rp 150 juta untuk sekali manggung hanya beberapa jam saja

VA, salah satu warga Gresik Selatan, mengaku kecewa adanya acara yang menghamburkan uang tersebut. Karena tidak sejalan dengan kebijakan penghematan anggaran yang belakangan digaungkan Pemkab Gresik.

“Kabeh jarene posing anggaran dikepres, tapi nekakno Denny Caknan iso? Kudu tak tangisi ae Gresik ku (Semua pejabat katanya pusing anggaran dikepres, tapi malah mendatangkan Denny Caknan),” ujarnya.

VA yang juga korban banjir menambahkan, dirinya dan ratusan warga lainnya masih bergelut dengan air yang tak kunjung surut. Sementara di sisi lain, pemerintah justru menggelar hiburan besar-besaran yang seakan menghamburkan anggaran.

“Nang kene wargae sambat banjir gak surut-surut, seng kono euforia berdendang karo joget (Di sini warga mengeluh banjir gak surut-surut, di pemkab malah berdendang sambil joget),” ungkap dia.

Dalam konser itu, Denny Caknan tampil pada puncak acara. Sebelumnya, panitia membagikan 3 ribu porsi kuliner khas, pembagian 1.000 damar kurung, flashmob tari damar kurung, hadiah, senam bersama, serta penampilan OM Sera, Hoolycoustic dan Gresik Jazz.

Dalam sambutan yang disiarkan langsung melalui kanal YouTube Pemkab Gresik, Bupati Fandi Akhmad Yani menegaskan acara ini merupakan bentuk apresiasi pemerintah daerah kepada Mbah Masmundari, Maestro Damar Kurung.

“Malam ini kita memberikan apresiasi kepada seniman nasional yang telah membawa nama baik Gresik di kancah nasional,” ujarnya.

Bupati Yani kemudian berkelakar bahwa masyarakat sebenarnya lebih menantikan kehadiran penyanyi Denny Caknan dibanding dirinya.

“Saya kira masyarakat sudah menunggu Denny Caknan, bukan menunggu pak bupati,” tambahnya.

Kondisi Banjir di Gresik
Data yang dihimpun hingga Jumat (14/11) malam, BPBD Gresik menyatakan banjir semakin meluas terutama di Kecamatan Benjeng, Menganti, dan Kedamean. Bahkan saat Denny Caknan manggung, warga di tiga kecamatan tersebut sudah tiga hari terendam banjir.

Di Benjeng, tanggul Kali Cermen, Anak sungai Kali Lamong, di Desa Gluranploso jebol selebar dua meter dengan kedalaman tiga meter.

Akibatnya, jalan poros desa dan jalan lingkungan tergenang 5–10 cm, sementara sawah warga seluas 100 hektare terendam. Di Dusun Bangkelo Kidul, sedikitnya enam rumah ikut terendam.

Di Kecamatan Menganti, beberapa perumahan terdampak cukup parah. Di kawasan Perumahan Oma Indah dan Maharaja, air menggenang hingga ketinggian 5–10 cm.

Di Perumahan Graha 2 Menganti, ketinggian air mencapai 10–40 cm dan merendam sekitar 75 rumah. Bahkan empat jiwa harus mengungsi ke balai posyandu setempat.

Sementara di Kecamatan Kedamean, tangkis Kali Cermen di Desa Glindah juga dilaporkan jebol selebar tiga meter. Selain memutus akses warga, banjir turut merendam sekitar 70 hektare area persawahan.

Untuk penanganan, BPBD bersama BBWS dan PU SDA telah menurunkan pompa air di lokasi genangan, khususnya di Perumahan Oma Indah dan Maharaja.

Selain itu, tim juga membantu evakuasi warga, membangun tenda darurat di Dusun Bibis, serta menyiagakan perahu LCR di Graha 2 Menganti.

“Perbaikan tangkis Kali Cermen sudah kami lakukan untuk mencegah luapan susulan,” kata Kepala BPBD Gresik Sukardi.