GRESIK | lampumerah.id – Peringatan Harlah ke 2 Persatuan Kepala Desa Indonesia (PKDI) berlangsung meriah. Karena dihadiri Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elistianto Dardak, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif dan ratusan kepala desa se Gresik di Waroeng Kae Desa Kebonagung Kecamatan Ujungpangkah, Gresik, Kamis (15/1).

Acara bertema “Sukseskan Program Nasional dalam Keterbatasan Fiskal Desa”, juga dihadiri Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto, Ketua Dewan Pembina PKDI Pusat Gus Muhammad Yusuf, Sekjen DPP PKDI Sentot Prasetyono, Ketua DPD PKDI Jatim Syaifulah Mahdi, Forkopimcam Ujungpangkah, serta ribuan kepala desa se-Jawa Timur.

Wagub Emil Dardak mengatakan, sebagai nahkoda pembangunan desa pihaknya yakin hubungan kepala desa dan perangkat adalah hubungan kepemimpinan yang penuh dengan semangat kekeluargaan, kepercayaan, saling menghormati dan menyayangi.

Menyikapi realita yang terjadi, Wagub Emil mengingatkan negara sedang menghadapi tantangan yang tidak mudah. Perubahan global dunia menuntut Indonesia untuk mencari format baru, dalam keberlangsungan masyarakat di tengah gonjang ganjing ekonomi yang luar biasa.

“Saya mengapresiasi PKDI bahwa di tengah tantangan semuanya tetap setia untuk mendukung agenda pembangunan nasional,” ungkapnya

Wagub Emil mendorong sinergi, antara pemerintah daerah dan desa untuk mengatasi tantangan ekonomi. Secara khusus, ia menyoroti pentingnya inovasi seperti program “Ngopi Bareng” yang diluncurkan PKDI Jatim untuk membantu mengatasi keterbatasan fiskal di tingkat desa.

“Kepala desa harus menjadi motor penggerak pembangunan yang tidak hanya mengandalkan anggaran pemerintah pusat atau daerah. Tetapi juga mampu mengelola potensi lokal secara mandiri, ” pungkasnya.

Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menegaskan kepastian, terkait kekhawatiran para kepala desa soal anggaran daerah.

“Saya pastikan Alokasi Dana Desa (ADD) tidak ada pengurangan,” tegas Wabup Alif yang disambut tepuk tangan kepala desa yang hadir.

Ketua DPD PKDI Jatim, Syaifullah Mahdi, menyampaikan di usia dua tahun, PKDI berkomitmen terus hadir membantu mewujudkan visi dan misi pemerintah. Salah satu langkah inovatif tersebut diwujudkan melalui program “Ngopi Bareng”, yang akan dilaksanakan secara rutin setiap bulan.

“Kami akan membahas problem-problem yang ada di desa. PKDI hadir untuk memberikan manfaat bagi kepala desa dan masyarakat. Kami juga ingin membangun kemandirian meski saat ini dalam kondisi keprihatinan terkait keterbatasan fiskal desa,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa Lurah Sandi itu, juga menyoroti penurunan anggaran desa, serta mendorong penguatan program One Village One Product guna memperkuat perekonomian desa.

“Kami yakin pemerintah tetap memprioritaskan kesejahteraan masyarakat desa meski kondisi keuangan sedang menantang,” tandasnya.