JAKARTA | lampumerah.id – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) secara bertahap mengirimkan 36.000 bata interlock presisi, guna mendukung pembangunan hunian tetap (huntap) untuk masyarakat di Kampung Talang, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Sumatra Barat yang terdampak bencana hidrometeorologi pada November 2025.
Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni mengatakan, bata interlock presisi merupakan solusi konstruksi yang presisi, kuat, dan mempercepat proses pembangunan huntap.
“Ini adalah bentuk nyata peran SIG dalam mendukung pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat yang terdampak,” ujar Vita Mahreyni melalui rilis yang diterima redaksi.
Pelepasan pengiriman perdana dilakukan Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra bersama Komisaris Utama SIG, Sigit Widyawan, jajaran Dewan Komisaris, Direksi SIG, serta manajemen PT Semen Padang di kawasan Pabrik Indarung PT Semen Padang, Sumatra Barat, Kamis (12/2) lalu.
Bata interlock presisi merupakan produk derivatif yang dikembangkan SIG sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam percepatan dan pemerataan pembangunan infrastruktur perumahan serta penguatan kawasan permukiman yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Pembangunan huntap menggunakan bata interlock presisi, telah dimulai melalui kolaborasi Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumatra Barat bersama Kadin Indonesia di Kampung Talang, Kelurahan Kapalo Koto, Kecamatan Pauh, Kota Padang, sebagai lokasi awal penerapan teknologi ini bagi korban bencana.
SIG memastikan pasokan bata interlock presisi yang diproduksi melalui PT Semen Padang, berada pada level yang memadai untuk mendukung program pembangunan huntap tersebut.
Untuk tipe rumah 36, kapasitas pasokan mampu mendukung pembangunan hingga 120 unit huntap per bulan, dengan potensi distribusi tidak hanya di Sumatra Barat, tetapi juga ke wilayah Sumatra Utara dan Aceh.
“Inovasi semen hijau SIG lebih rendah emisi karbon hingga 38 persen, dibandingkan semen konvensional, serta memiliki tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) tinggi, lebih dari 90 persen. Sehingga dengan menggunakan semen hijau SIG, berarti ikut berpartisipasi dalam upaya menurunkan emisi untuk menjaga kelestarian lingkungan dan di sisi lain mendukung kemajuan industri dalam negeri,” kata Vita Mahreyni.


