SURABAYA l lampumerah.id – Kepergian Widya Riskyanti (28) meninggalkan luka mendalam bagi keluarga yang selama ini bergantung pada sosoknya. Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kantor Pertanahan Kota Surabaya II itu meninggal dunia setelah empat hari menjalani perawatan intensif akibat menjadi korban penjambretan di Jalan Kusuma Bangsa, Surabaya.
Widya mengembuskan napas terakhir pada Jumat (5/6/2026) setelah sempat berjuang dalam kondisi kritis. Kabar duka tersebut tidak hanya mengguncang keluarga, tetapi juga rekan kerja dan kerabat yang mengenalnya sebagai pribadi sederhana, pendiam, serta memiliki dedikasi tinggi terhadap pekerjaan dan keluarganya.
Di balik kesehariannya sebagai ASN, Widya ternyata memegang peran penting dalam keluarganya. Sejak sang ayah meninggal dunia, ia menjadi tulang punggung keluarga yang membantu memenuhi kebutuhan ibunya sekaligus membiayai pendidikan dua adiknya.
Pengorbanan Widya bahkan melampaui tanggung jawab seorang kakak. Demi memastikan kedua adiknya dapat menyelesaikan pendidikan, ia disebut rela menunda rencana pernikahannya. Keputusan itu diambil agar kebutuhan keluarga tetap terpenuhi dan masa depan adik-adiknya terjamin.
Kini, sosok yang selama ini menjadi sandaran keluarga telah tiada. Keluarga hanya bisa mengenang kebaikan, kerja keras, dan kasih sayang yang selama ini diberikan Widya tanpa mengharapkan balasan.
Tragedi yang menimpa Widya kembali menyoroti ancaman kejahatan jalanan yang masih menghantui masyarakat. Aksi kriminal tersebut bukan hanya merenggut harta benda korban, tetapi juga dapat menghilangkan nyawa dan menghancurkan harapan sebuah keluarga dalam sekejap.
Sementara itu, pihak kepolisian memastikan proses penyelidikan masih terus berlangsung. Petugas saat ini masih memburu pelaku yang diduga terlibat dalam aksi penjambretan yang berujung pada meninggalnya korban.
Kanit Reskrim Polsek Genteng, Iptu Vian Wijaya, membenarkan bahwa korban meninggal dunia setelah beberapa hari menjalani perawatan akibat luka yang dideritanya.
“Mohon waktu, nanti akan kami sampaikan,” ujar Iptu Vian saat dikonfirmasi terkait perkembangan penyelidikan dan upaya pengejaran terhadap pelaku.
Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan pengejaran intensif untuk mengungkap seluruh pihak yang terlibat dalam peristiwa tersebut. Keluarga dan masyarakat pun berharap pelaku segera ditangkap serta diproses sesuai hukum yang berlaku agar memberikan rasa keadilan bagi korban dan keluarga yang ditinggalkan.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa dampak kejahatan jalanan tidak hanya dirasakan oleh korban secara langsung, tetapi juga oleh keluarga yang harus kehilangan orang tercinta yang selama ini menjadi harapan dan penopang kehidupan mereka.(Lam)
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.


