GRESIK | lampumerah.id – Pemerintah Kabupaten Gresik bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), menyalurkan sejumlah program bantuan pendidikan dan pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Gresik, di Ruang Mandala Bhakti Praja, Lantai IV Kantor Bupati Gresik, Kamis (8/10).
Baznas Kabupaten Gresik mendistribusikan bantuan pendidikan kepada 996 siswa dan mahasiswa. Terdiri atas beasiswa SD/MI untuk 560 siswa, SMP/MTs untuk 200 siswa, SMA/SMK/MA untuk 75 siswa, beasiswa mahasiswa internal untuk 77 mahasiswa, dan 84 beasiswa mahasiswa eksternal.
Baznas Kabupaten Gresik juga menyalurkan bantuan.satu unit kursi roda. Juga Program Z-Tea berupa rombong, modal, dan alat usaha kepada dua orang, serta subsidi listrik bagi 50 veteran dengan total bantuan mencapai Rp 673 juta.
Dari Baznas Provinsi Jawa Timur, bantuan yang disalurkan meliputi Beasiswa SKSS untuk enam mahasiswa Gresik senilai Rp 10,2 juta, bantuan perbaikan lima rumah dengan total Rp 100 juta, bantuan rombong dorong untuk enam orang Rp 21 juta, serta bantuan air bersih Rp 7,2 juta..Total bantuan dari Baznas Provinsi Jawa Timur mencapai Rp138,4 juta.
Sementara Baznas Republik Indonesia menyalurkan sejumlah program pemberdayaan, di antaranya Program Z-Mart untuk 50 toko kelontong dengan Rp 400 juta, Program Z-Auto untuk tiga bengkel senilai Rp 60 juta, Balai Ternak Baznas untuk 20 orang senilai Rp 518,194 juta, serta Program Baznas Microfinance Desa (BMD) sebesar Rp.1 miliar, dengan total bantuan mencapai Rp 1,978 miliar.
Secara keseluruhan, bantuan dari Baznas Kabupaten Gresik, Baznas Provinsi Jawa Timur, dan Baznas RI yang didistribusikan dalam kegiatan tersebut mencapai sekitar Rp 2,79 miliar.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, berbagai program tersebut menunjukkan komitmen bersama untuk membantu masyarakat melalui dukungan pendidikan maupun pemberdayaan ekonomi.
“Kami terus mendorong inovasi untuk hadir di tengah masyarakat, seperti Program Z-Tea berupa rombong, modal, dan alat usaha untuk disabilitas. Ini menjadi inovasi terbaru dan semoga ke depan ada peningkatan,” imbuhnya.
Bupati berharap Program Gresik Cerdas dapat membantu anak-anak Gresik melanjutkan pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi. Ia juga berharap tidak ada lagi anak Gresik yang tidak dapat bersekolah atau kuliah karena terkendala kondisi ekonomi keluarga.
“Pemerintah Kabupaten Gresik hadir melalui Baznas Kabupaten Gresik memberikan beasiswa agar mereka semakin semangat belajar dan bisa meraih cita-citanya,” katanya.
Ketua Baznas Provinsi Jawa Timur Muhammad Ghofirin berharap sinergi antara Baznas, Pemkab Gresik, dan Baznas Provinsi Jawa Timur semakin baik.
“Alhamdulillah acara ini sangat luar biasa di Kabupaten Gresik. Semoga sinergi antara Baznas, Pemkab Gresik, dan Provinsi semakin baik,” ujarnya.
Sementara Pimpinan Baznas Republik Indonesia Bidang Riset, Perencanaan dan Inovasi, H. Syarifudin, menyampaikan bahwa Baznas akan menyiapkan program baru pada 2027. Program tersebut diharapkan dapat semakin selaras dengan aspirasi masyarakat dan program prioritas pemerintah daerah.
Ia mengatakan, keberhasilan pendistribusian zakat tidak hanya dilihat dari besarnya dana yang dihimpun dan disalurkan. Dampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat juga menjadi indikator penting.
“Harapannya indikator dampak dari pendistribusian dari kontribusi dana zakat. Bukan sekadar banyaknya dana masuk dan didistribusikan, tetapi dampaknya baik, seperti meningkatkan kesejahteraan,” ungkapnya.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.


