GRESIK | lampumerah.id – RS Petrokimia Gresik (RSPG) semakin meningkatkan pelayanan kesehatan untuk masyarakat, dengan menghadirkan layanan tindakan operasi Laparoskopi.
Untuk mendukung layanan Laparoskopi, RS Petrokimia Gresik menyiapkan tiga dokter spesialis bedah. Yaitu dr. Caesar Ayuda, Sp.B, M. MedKlin, dr. Anwar Yusuf, Sp.B, dan dr. Dono Marsetio, Sp.B.
Mewakili dokter bedah lainnya,
dr. Caesar Ayuda, Sp.B, M. MedKlin mengatakan teknik bedah minimal invasif ini, memungkinkan dokter melakukan tindakan melalui sayatan kecil dengan bantuan kamera dan instrumen khusus untuk melihat serta menangani organ di dalam tubuh.
Keunggulannya melalui sayatan yang lebih kecil, mengurangi trauma pada jaringan, membantu mengurangi nyeri pascaoperasi, serta mendukung proses pemulihan sehingga pasien dapat kembali beraktivitas lebih cepat.
“Namun, hasilnya tetap bergantung pada jenis penyakit, kondisi pasien, dan kompleksitas tindakan yang dilakukan,” jelas dr. Caesar Ayuda, Sp.B, M. MedKlin.
“Yang perlu dipahami masyarakat, Laparoskopi bukan sekadar operasi dengan luka kecil. Dokter harus memastikan, teknik tersebut tepat secara medis, mempertimbangkan manfaat dan risikonya, serta menyiapkan pasien dengan baik sebelum tindakan. Keselamatan pasien tetap menjadi prioritas utama,” tambah dr. Caesar.
Dikatakan dr Caesar, Laparoskopi juga memiliki risiko antara lain perdarahan, infeksi, serta kemungkinan cedera pada organ atau jaringan di sekitar area operasi. Karena itu, pemeriksaan dan konsultasi sebelum tindakan menjadi bagian penting dalam menentukan pilihan terapi yang paling tepat.
Selain dokter spesialis bedah, pelayanan Laparoskopi juga membutuhkan kolaborasi berbagai tenaga kesehatan, termasuk dokter anestesi, perawat kamar operasi, serta tim perawatan pascaoperasi.
Mulai dari pemeriksaan awal, persiapan tindakan, pelaksanaan operasi, hingga pemantauan setelah operasi, setiap tahapan dilakukan dengan memperhatikan kondisi dan kebutuhan pasien.
“Melalui pendekatan pelayanan yang terintegrasi, rumah sakit berupaya memastikan pasien memperoleh penanganan yang tepat, aman, dan sesuai indikasi medis,” tambahnya.
Pada bedah umum,Laparoskopi dapat digunakan untuk penanganan apendisitis atau radang usus buntu serta batu kandung empedu, melalui prosedur yang sesuai dengan diagnosis pasien.
Sementara itu, dalam kebidanan dan kandungan, Laparoskopi dapat menjadi pilihan pada kasus endometriosis, kehamilan ektopik atau kehamilan di luar kandungan, serta histerektomi atau pengangkatan rahim.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.


