GRESIK | lampumerah.id – Penerapan pertanian presisi di lahan sekolah terbukti membuahkan hasil nyata. SMKN 1 Kademangan, Blitar, Jawa Timur, berhasil meningkatkan panen bawang merah dari 150 kilogram menjadi 800 kilogram, pada musim panen pertama bulan Juli lalu.

Keberhasilan melalui program School Lab Farming pada tahun sebelumnya tersebut, menjadi salah satu pijakan PT Petrokimia Gresik (Persero) untuk kembali membuka pendaftaran Harvestion (Harvest and Innovation) 2026.

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob menyampaikan melalui ajang ini, perusahaan memperluas pengembangan kompetensi dan inovasi siswa serta guru SMK Pertanian se-Jawa Timur, sebagai upaya mempersiapkan generasi penerus sektor pertanian nasional.

“Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, produksi bawang merah Jawa Timur pada 2025 mencapai 499,46 ribu ton, hampir seperempat dari produksi nasional. Capaian SMKN 1 Kademangan membuktikan, pertanian presisi yang diterapkan dengan tepat mampu melipatgandakan hasil panen bahkan di lahan sekolah,” ujar Daconi,
Kamis (15/10).

Karena itu, pengembangan inovasi diarahkan pada solusi yang relevan dengan kebutuhan pertanian, memiliki potensi keberlanjutan, serta dapat diterapkan atau direplikasi oleh sekolah lain maupun petani di sekitarnya.

Lebih lanjut, ia berharap Harvestion dapat menjadi sarana untuk memperkuat kolaborasi antara dunia pendidikan, pemerintah, dan industri dalam mempersiapkan generasi muda yang memiliki kompetensi serta ketertarikan untuk mengembangkan sektor pertanian.

Daconi menegaskan, inovasi yang dikembangkan melalui Harvestion tidak harus rumit atau menggunakan teknologi tinggi, tetapi harus mampu menjawab persoalan nyata dan memberikan manfaat yang dapat dibuktikan.

Keberhasilan program, menurutnya, tidak hanya diukur dari jumlah peserta maupun prestasi kompetisi, tetapi juga dari keberlanjutan penerapan inovasi dan manfaat yang dihasilkan.

“Harapan kami, Harvestion menjadi titik awal lahirnya inovasi dan talenta pertanian yang mampu membawa perubahan. Ketika sekolah mampu menghasilkan solusi yang aplikatif, generasi muda memiliki ruang untuk berkarya, dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat,” ujar Daconi.

Pendaftaran Harvestion 2026 telah dibuka mulai 15 Oktober 2026. Untuk kategori Olimpiade Pertanian pendaftaran hingga 30 Oktober 2026, sedangkan kategori Inovasi dan Teknologi Pertanian hingga 20 November 2026. Informasi lengkap dapat diakses melalui https://harvestion.id.

Tinggalkan Balasan