Lamer || Bekasi – Warga Perumahan Grand Cikarang City, (GCC) menggrudug Water Treatment Plant (WTP) yang dikelola PT. Sri Pertiwi Sejati. yang berlokasi Desa Karangraharja, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Pagi tadi.

Kekecewaan warga GCC terhadap pelayanan air bersih, hitam dan berbau tak sedap,”Senin (19/10/2020).

Aska warga perum GCC mengatakan, kondisi air hitam dan berbau, sudah dua hari ini yang terparah, sejak tiga tahun ini air WTP yang disalurkan ke warga kurang bersih dan kami hanya diam,”ucap kekecewaan warga.

” Mungkin inilah puncak kemarahan kami, mendatangi WTP untuk melakukan protes, terhadap PT. Sri Pertiwi Sejati sebagai pihak pengelola WTP,”lanjutnya.

Kami menggunakan air bayar bukan gratis, sebagai warga kecewa air hitam dan bau comberan,”ucap kekesalan warga perum Grand Cikarang City.

“Betul-betul bau dan keruh, sementara kami butuh untuk mandi, cuci dan masak.

Ada sekitar 800 orang terdiri 16 Rukun Tetangga (RW) yang menggunakan air WTP, Sri Pertiwi Sejati di Perum Grand Cikarang City.

WTP Sri Pertiwi Sejati mengandalkan aliran air Kali Cilemah Abang, untuk disalurkan ke Warga perum Grand Cikarang City.

Sebagai pihak pengelalo Water Treatment Plant (WTP) GCC Nurdin, mengakui bahan baku air yang di salurkan ke warga, mengandalkan dari pintu air tujuh, kali cilemah abang.

“Sedangkan bahan baku air yang kita salurkan kewarga sudah tercemar, menghitam dan berbau,”keluh dia

Ia mengatakan akibat aliran air Kali Cilemah Abang yang tercemar ada bahan zat kimia yang masuk ke danau sebagai tempat penampungan air WTP menjadi terkontaminasi,”jelas Nurdin.

“Hal itu lah yang menjadi permasalahan, sehingga bahan baku air WTP yang kita salurkan ke warga, tercemar dan terkontamunisi,”ucapnya.

Untuk sementara suplai saluran air ke warga di hentikan dulu, pihaknya sedang menguras dan membersihkan Penampungan air,”katanya. (ykb)