Jakarta | lampumerah.id – Dalam rangka peningkatan akses terhadap vaksin berkualitas dan pemenuhan kebutuhan vaksin nasional, BPOM mengambil peran melalui program penguatan regulasi. Program ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas dan efisiensi proses lot release vaksin di Indonesia. Penyelenggaraan Kick-Off Meeting BPOM dengan perwakilan Gates Foundation pada Jumat (30/1/2026) lalu, menjadi penanda resmi dimulainya implementasi program penguatan regulasi vaksin nasional yang didukung melalui pendanaan dari the Foundation.
Lot release merupakan tahapan evaluasi dan pengujian terhadap setiap bets vaksin sebelum beredar guna memastikan pemenuhan standar keamanan, khasiat, dan mutu vaksin. Melalui hibah ini, BPOM berupaya memperkuat sistem lot release vaksin yang telah berjalan agar semakin adaptif terhadap peningkatan kebutuhan vaksin nasional, baik untuk program imunisasi rutin maupun respons terhadap kondisi kedaruratan kesehatan. Penguatan fungsi regulatori vaksin, terutama pada aspek lot release merupakan tahapan krusial sebelum vaksin didistribusikan kepada masyarakat. Dengan sistem yang semakin terstandardisasi dan terukur, diharapkan proses evaluasi vaksin dapat berlangsung lebih cepat dan konsisten agar ketersediaan vaksin bagi masyarakat dapat terjamin secara tepat waktu, tetapi tanpa mengurangi kualitas pengawasan.
Program penguatan regulasi bertajuk “Vaccine Regulatory Strengthening in Indonesia to Improve Lot Release Capacity and Efficiency” dilaksanakan dengan dukungan hibah senilai USD4,69 juta dengan periode pelaksanaan hingga 31 Oktober 2028. Hibah tersebut akan dimanfaatkan untuk memperkuat kapasitas laboratorium pengujian vaksin BPOM, meningkatkan kompetensi, serta menyempurnakan sistem evaluasi lot release berbasis risiko. Melalui dukungan dari the Foundation, BPOM menargetkan peningkatan efisiensi waktu pelaksanaan lot release dengan tetap menjaga standar pengawasan mutu vaksin secara ketat.
“Kami menyambut baik dukungan dari the Foundation melalui skema dana hibah untuk BPOM. Program ini diharapkan dapat menjadi dukungan dalam penguatan kapasitas sumber daya manusia pengawasan obat, khususnya vaksin, melalui pelatihan serta fasilitasi akses ke jejaring tingkat global dan pakar teknis,” tutur Taruna Ikrar setelah melakukan pertemuan dengan the Foundation.
Lebih lanjut, selain berupa pengembangan sumber daya manusia, penguatan kapasitas yang menjadi target untuk dilaksanakan melalui program ini berupa penyempurnaan pedoman kerja serta optimalisasi tata kelola proses lot release. “Pada intinya, dukungan hibah difokuskan pada peningkatan efisiensi proses pengujian dan evaluasi mutu vaksin dengan tetap menjunjung tinggi prinsip keamanan, khasiat, dan mutu sesuai standar yang berlaku secara nasional maupun internasional,” tambah Kepala BPOM.
Implementasi program hibah ini diharapkan dapat semakin memperkuat peran BPOM sebagai otoritas regulatori vaksin yang andal dan kredibel, baik di tingkat nasional maupun global. Melalui penguatan kapasitas dan sistem pengawasan yang berkelanjutan, BPOM berkomitmen memastikan setiap vaksin yang digunakan masyarakat telah melalui proses evaluasi dan pengawasan yang ketat sesuai standar global. (bpom)


