SIDOARJO l lampumerah.id – Dugaan praktik perundungan kembali mencuat di lingkungan sekolah. Seorang siswa SMK Sepuluh November Sidoarjo berinisial NK (18) mengaku mengalami tekanan mental setelah dituduh mencuri uang oleh teman sekelasnya, meski tanpa bukti yang jelas.

Kasus ini bermula dari hilangnya uang tunai sebesar Rp50 ribu milik seorang siswa berinisial S. Uang tersebut diketahui disimpan di balik casing ponsel S, yang saat itu dititipkan untuk diisi daya di stop kontak milik NK.

NK menegaskan dirinya sama sekali tidak mengetahui keberadaan uang tersebut. Saat ponsel milik S dicas di tempatnya, NK mengaku sedang tertidur dan tidak menyentuh ponsel tersebut.

“Saya tidak tahu kalau di casing ponsel itu ada uang. Tahu-tahu saya dikabari teman kalau dituduh mengambil uang tersebut,” ujar NK saat ditemui, Rabu (28/1/2026).

Menurut penuturannya, tuduhan muncul setelah S melaporkan kehilangan uangnya. Tanpa proses klarifikasi yang jelas, kecurigaan langsung mengarah kepadanya karena ponsel tersebut sempat berada di dekatnya.

Situasi kian tidak kondusif ketika sejumlah siswa lain ikut memberikan penilaian sepihak. NK mengaku mendapat tekanan verbal berupa sindiran dan cap negatif yang membuatnya merasa terintimidasi.

“Saya langsung dicap maling. Sindiran itu terus berulang dan sangat memengaruhi kondisi psikologis saya,” katanya.

Merasa reputasinya tercoreng, NK kemudian berinisiatif menemui orang tua S. Langkah itu diambil sebagai upaya meluruskan persoalan dan menghentikan penyebaran tuduhan yang dinilainya tidak berdasar.

“Saya datang dengan niat baik agar masalah ini tidak melebar. Saya hanya ingin nama saya dibersihkan karena saya tidak melakukan perbuatan itu,” ucap NK.

Namun, upaya tersebut disebut tidak membuahkan hasil. NK menilai orang tua S tidak menunjukkan respons positif maupun itikad untuk menyelesaikan masalah secara terbuka dan adil.(Lam)