GRESIK | lampumerah.id – Petrokimia Gresik bersama 78 mitra produksi, berkomitmen menjaga mutu dan kualitas pupuk organik Petroganik yang disubsidi Pemerintah. Sekaligus memastikan produk yang dihasilkan oleh mitra, telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI).

“Kami secara intensif melakukan pendampingan dan pembinaan kepada mitra, mulai dari pengelolaan bahan baku hingga produk akhir. Perubahan SNI pada tahun 2024 menjadi langkah strategis untuk melindungi petani dari produk yang tidak sesuai dengan kebutuhan kesuburan tanah,” ujar Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik, Adityo Wibowo.

Pejabat yang sering disapa Adit ini mengakui, kerja sama produksi dengan mitra yang tersebar di beberapa wilayah ini, memberikan dampak tidak hanya kepada petani, tetapi juga pada lingkungan dan sosial-ekonomi masyarakat yang ada di sekitar mitra.

Dari sisi lingkungan, pemanfaatan limbah pertanian, peternakan, dan limbah organik menjadi produk bernilai tambah serta mengurangi pencemaran.

Dari sisi sosial-ekonomi, menciptakan lapangan kerja baru, baik di lini produksi, penjualan, maupun logistik, sehingga mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal, meningkatkan perputaran ekonomi di daerah serta penguatan usaha kecil dan menengah.

“Petrokimia Gresik akan terus memperkuat tata kelola, transparansi, dan pengendalian internal agar skema kerja sama kemitraan berjalan sesuai prinsip good corporate governance dan regulasi yang berlaku,” katanya.

Seperti diketahui, Petrokimia Gresik menggandeng 78 mitra produksi Petroganik untuk mendukung kelancaran penyaluran pupuk organik bersubsidi tahun 2026.