GRESIK | lampumerah.id – Sebanyak 200 unit becak listrik, bantuan dari Presiden Prabowo, disalurkan kepada para pembecak lansia di Gresik.

Seremonial penyerahan bantuan dilakukan di rumah dinas Wakil Bupati Gresik Dr Alif di Jl Basuki Rahmad Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Rabu (4/2).

Secara spesifik, becak listrik ini mirip dengan becak konvensional. Kursi depan untuk penumpang, pengemudi di belakang. Cuma bedanya, becak buatan PT Pindad ini selain ada engkolnya juga dilengkapi mesin yang bersumber dari listrik.

Firman Dahlan, Direktur Perencanaan dan Pengembangan Usaha Yayasan Gerakan Soliditas Nasional (GSN), yang bertanggungjawab penyaluran becak listrik, mengatakan program becak listrik sudah direncanakan pak Prabowo jauh hari sebelum jadi Presiden.

“Beliau membantu becak listrik, agar para lansia tetap semangat mencari pendapatan sebagai tulang punggung keluarga, dan mampu bersaing dengan transportasi modern lainnya,” bebernya.

Firman menambahkan, satu harga becak mencapai Rp 22 juta. Kalau Gresik menerima bantuan 200 unit becak listrik, itu berarti nilainya mencapai Rp 4,4 miliar dan itu semua dari kantong pribadi Presiden Prabowo Subianto.

Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Ahmad Yani menyampaikan apresiasi atas perhatian Presiden Republik Indonesia kepada masyarakat kecil. Menurutnya, bantuan becak listrik ini merupakan wujud nyata kehadiran negara yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Aksi kemanusiaan tanpa birokrasi panjang. Becak listrik diberikan seluruh kecamatan memang ada yang kurang, mudah-mudahan ada gelombang kedua. Meningkatkan kesejahteraan kepada yang berusia lanjut, bapak Presiden melihat betapa sulitnya lansia masih menggunakan becak tradisional, sehingga kemudian dibantu dengan becak listrik,” ungkapnya.

Bupati memastikan, Pemerintah Kabupaten Gresik akan bersinergi dengan PLN mendirikan fasilitas stasiun pengisian daya yang akan disebar di beberapa titik untuk mendukung operasional becak listrik tersebut. Seperti di pasar dan alun-alun.

“Kami berharap program ini juga dapat mendukung sektor pariwisata, dengan didukung jalur yang aman bagi pengemudi becak listrik, yang sebelumnya telah mendapatkan pelatihan,” ujarnya.

Salah seorang tukang becak, M. Kamali (65) mengaku masih semangat mengayuh becak meski sudah 20 tahun, Kamali menggeluti profesi ini dengan rute 7 Km setiap harinya

“Selama ini (mangkal) di Pasar Duduksampeyan, tiba-tiba dapat bantuan. Sangat senang, bahagia sekali, karena bisa meningkatkan penghasilan kami, tidak pernah terbayang sebelumnya sama sekali,” kata Kamali.

Penerima becak listrik lainnya, Saryudi (73), mengaku sangat bersyukur atas bantuan becak listrik yang diterimanya. Selama puluhan tahun, ia mengaku menggantungkan hidup dari menarik becak manual dengan mangkal di sekitar alun-alun dan Masjid Jami’, dari pagi hingga malam hari.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur mendapat bantuan becak listrik dari Pak Prabowo. Ini sangat membantu,” ungkapnya.

Menurut Saryudi, sepanjang hidupnya sebagai pembecak, baru kali ini ia menerima bantuan alat transportasi dari pemerintah. Ia menilai bantuan tersebut bukan hanya meringankan beban fisik, tetapi juga menjadi bukti nyata perhatian negara kepada masyarakat kecil.

Sebelumnya, Saryudi mengaku masih mampu menyisakan penghasilan sekitar Rp 50 ribu hingga Rp100 ribu per hari setelah bekerja dari pagi hingga selesai salat Isya. Namun seiring bertambahnya usia dan berkurangnya penumpang, penghasilan tersebut kini tak lagi menentu. Dengan adanya becak listrik, ia berharap dapat bekerja lebih nyaman dan tetap produktif tanpa harus memaksakan tenaga.

Usai penyerahan bantuan, Bupati Yani, Wabup Alif, Firman dan sejumlah petinggi GSN, masing masing naik becak listrik bersama pembecak lainnya melakukan konvoi keliling alun alun sekaligus mengenalkan becak listrik kepada masyarakat Gresik.