GRESIK | lampumerah.id – Ada yang menarik saat proses lelang bandeng dalam acara puncak Pasar Bandeng Gresik 2026, yang digelar di depan rumah dinas Wakil Bupati Gresik di Jl Basuki Rahmad Kota Gresik, Senin (16/3) malam lalu.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, puncak Pasar Bandeng adalah dengan menjual bandeng kawak dengan bobot dan ukiran terbesar.

Kebetulan tahun ini, juara pertama kontes bandeng dimenangkan petambak Syaifullah Mahdi dari Desa Pangkahwetan, Kecamatan Ujungpangkah, dengan bandeng berbobot 19 kilogram dan panjang 114 sentimeter.

Panitia lalu membuka kesempatan untuk mendapatkan bandeng, yang diklaim terbesar se Indonesia, dengan cara lelang.

Dan tidak terduga, penawar lelang pertama adalah Miftahul Arif dengan angka cukup fantatis Rp 15 juta.

“Saya mewakili wartawan yang tergabung di Komunitas Wartawan Gresik, dengan ibi menawar Rp 15 juta,” ujar Ketua KWG dengan mantap.

Seakan tidak mau kalah, perwakilan pengusaha Gresik.langaung unjuk diri. Diwakili Haji Neiffa Indra Lesmana, pengurus Kadin Gresik, yang menawar Rp 40 juta.

“Sebagai pengusaha asli Gresik saya menawar Ep 40 juta, ujar pengusaha SPBU ini.

Penawaran Ep 40 juta ini, menurut Wakil Bupati Gresik dr Alif selaku pemandu lelang, sebenarnya sudah di atas biaya perawatan pemilik bandeng.

“Namun saya masih membuka kesempatan lagi, barangkali masih ada yang berani di atasnya,'” ujar dr Alif.

Tidak lama kemudian, seorang lelaki muda berdiri dari kursinya sambil memegang mic langsung mengucap “Bismillahirrahmanirrahim, saya mewakili Direksi PT Petrokimia Gresik dengan ini menawar bandeng kawak dengan harga Rp 50 juta,’ ujarnya dengan suara mantap.

Mendengar itu, hadirin yang memenuhi tenda serta yang berdiri di sisi kiri dan kanan tenda langsung menyambutnya denga tepuk tangan gemuruh.

“Barangkali masih ada yang berani di atas itu, atau saya hitung mundur dari 10. Kalau tidak ada penawar lagi, maka bandeng kawak super jumbo ini akan menjadi milik PT Petrokimia Gresik,” ujar Wabup dr Alif.

Begitu hitungan mundur sudah mencapai angka 1, tepuk tangan kembali bergemuruh. Sang pejabat Petro langsung mendapat ucapan selamat dari pejabat Pemda Gresik dan pengusaha yang hadir.

“Akhirnya bandeng kawak berbobot 19 kilogram, resmi menjadi milik PT Petrokimia Gresik,” teriak Wabup dr Alif kegirangan.

Bandeng milik Syaifullah Mahdi itu bukan hanya menjadi juara pertama, tetapi juga mencatat rekor baru dalam kontes bandeng kawak Gresik. Selain berukuran panjang 114 sentimeter, bandeng itu dibudidayakan selama kurang lebih 18 tahun.

Syaifullah Mahdi menuturkan, bandeng berukuran besar memang membutuhkan waktu pemeliharaan yang tidak sebentar.

“Kalau melihat tahun-tahun yang lalu, berat bandeng yang kami budidayakan bisa besar. Masa budidayanya sekitar 17 sampai 18 tahun,” ujarnya.

Bupati Gresik Fandi Ahmad Yani mengakui, bagi Gresik sektor perikanan salah satu penopang penting pertumbuhan ekonomi daerah. Karena itu, dukungan terhadap para petambak terus diperkuat, salah satunya melalui distribusi 9.825 ton pupuk bersubsidi produksi PT Petrokimia Gresik, untuk budidaya tambak di Kabupaten Gresik.

Pupuk tersebut terdiri dari Urea, SP-36, dan pupuk Organik, dengan harga sekitar Rp1.800 per kilogram, jauh di bawah harga pasar yang hampir menyentuh Rp10.000 per kilogram.

“Selamat buat para petani tambak. Mudah-mudahan ini menjadi spirit dan motivasi, agar terus membudidayakan bandeng yang ada di Kabupaten Gresik,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan