GRESIK | lampumerah.id – Ridho kepada ketentuan Allah SWT menjadi kunci lahirnya kesabaran sejati. Pesan inilah yang ditekankan KH. Ubaidillah Faqih, Pengasuh Pondok Pesantren Langitan Tuban, dalam Pengajian Rutin Sabtu Pon yang diselenggarakan KESAN (Keluarga Santri dan Alumni Langitan) Kabupaten Gresik, di Aula Kantor MUI Kabupaten Gresik, Sabtu (31/1).
Dalam Pengajian Rutin Sabtu Pon, bekerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Gresik yang dilaksanakan bertepatan dengan 12 Sya’ban 1447 Hijriah, KH. Ubaidillah Faqih mengaji Kitab Irsyadul ‘Ibad karya Syekh Zainuddin Al-Malibari, dengan pembahasan Bab Ta’ziyah.
Kiai yang akrab disapa Kiai Ubed menyampaikan kisah teladan seorang perempuan yang tetap sabar dan teguh, meski diuji Allah SWT secara bertubi-tubi dengan wafatnya suami dan anak-anaknya.
Lebih lanjut, Pengasuh Ponpes Langitan tersebut menjelaskan bahwa nikmat dan musibah pada hakikatnya tidak berbeda, karena keduanya merupakan bentuk ujian dari Allah SWT.
“Apa saja yang diberikan Allah kepada manusia, baik nikmat maupun musibah, hakikatnya ujian dari Allah. Diberi uang banyak dan jabatan ataupun sakit dan kematian, itu semua ujian dari Allah,” dawuhnya.
Menurut Kiai Ubed, seorang mukmin sejati akan mampu menerima seluruh ketentuan Allah SWT dengan lapang dada dan penuh kerelaan.
“Ridho itu legowo atine, seneng, bungah, ngajeni, nerimakno (Ridho itu legowo hatinya, senang, gembira, menghargai dan menerima apa adanya) yang diberikan Allah kepada kita. Maka ketika diberi kenikmatan oleh Allah, harus digunakan sebagaimana yang diperbolehkan Allah, dan diarahkan untuk mencari ridho Allah,” kata Kiai Ubed.
Kiai Ubed mengingatkan, sikap ridho tidak hanya dituntut ketika seseorang tertimpa musibah atau sakit, tetapi juga saat berada dalam kondisi sehat dan berkecukupan.
“Kalau orang sudah benar-benar ridho, punya uang atau tidak, sehat atau sakit, ridho kita atas pemberian Allah tidak berubah,” kata Kiai Ubed.
Selain ngaji Kitab Irsyadul ‘Ibad, kegiatan diawali dengan Khotmil Qur’an bil Ghaib, dilanjutkan dengan pembacaan Burdah yang dipimpin langsung oleh KH. Ubaidillah Faqih.
Ketua Umum MUI Kabupaten Gresik KH. Ainur Rofiq Thoyyib menyampaikan rasa syukur atas kehadiran KH. Ubaidillah Faqih, para alumni Ponpes Langitan, serta jajaran pengurus MUI Kabupaten Gresik.
“Alhamdulillah, Ngaji Bersama KH. Ubaidillah Faqih berjalan dengan lancar. Semoga dengan ngaji ini menambah keberkahan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Gresik,” ujar alumni Ponpes Langitan ini.
Tampak hadir Sekretaris Umum Makmun, M.Ag, Ketua Bidang Pendidikan dan Kaderisasi KH. Abdul Malik, MM., M.Fil.I,, Ketua Bidang Pemberdayaan Ekonomi Umat KH. Muslih Hasyim, S.Ag., M.BA, Dewan Masyayikh Ponpes Mambaus Sholihin KH. Mohammad Ma’ruf, M.Pd.I yang juga Bendahara MUI Kabupaten Gresik, serta Ketua MUI Kebomas KH. Muhsin Munhamir, S.Pd.I.
Masyarakat yang belum berkesempatan mengikuti pengajian Ngaji Rutin Sabtu Pon, dapat disimak kembali melalui kanal YouTube MUI Gresik, atau dengan klik di sini untuk mengakses tayangan lengkapnya.


