GRESIK | lampumerah id – Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Gresik berhasil mengungkap kasus dugaan tindak pidana persetubuhan terhadap anak di bawah umur, berdasarkan Laporan Polisi tertanggal 4 April 2026.

Korban merupakan seorang pelajar laki-laki berusia 13 tahun, warga Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik.

Sementara itu, tersangka, seorang laki-laki berinisial AR (44), warga Kecamatan Gresik, yang berprofesi sebagai pedagang keliling, kini telah diamankan dan menjalani proses penyidikan.

Peristiwa pencabulan tersebut, terjadi dua kali di lokasi uang sama yaitu toilet laki-laki salah satu masjid di Jalan dr. Wahidin Sudirohusodo. Kejadian pertama diduga terjadi pada pertengahan Maret 2026 sekitar pukul 21.00 WIB. Kemudian peristiwa kedua terjadi pada Jumat, 3 April 2026 sekitar pukul 20.30 WIB.

Kronologi bermula saat korban selesai mengaji, pelaku kemudian mengajak korban untuk pergi ngopi dengan menggunakan sepeda motor.

Di tengah perjalanan, pelaku beralasan hendak ke toilet dan meminta korban menemaninya. Sesampainya di lokasi, pelaku mengajak korban masuk ke kamar mandi dalam kondisi tertutup, kemudian melakukan tindakan pencabulan secara paksa.

Setelah menerima laporan dari masyarakat, anggota Satreskrim Polres Gresik langsung bergerak cepat melakukan penindakan.

Kurang dari tiga jam setelah kejadian, tepatnya sekitar pukul 22.30 WIB, pelaku berhasil diamankan di lokasi kejadian guna menjalani proses hukum lebih lanjut.

Dalam pengungkapan kasus ini, petugas turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa pakaian korban dan pelaku, satu unit sepeda motor Yamaha Mio warna merah nomor polisi W 55** FG.

“Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 415 KUHP tentang tindak pidana pencabulan terhadap anak, dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara,” tegas Kapolres Gresik, AKBP Ramadhan Nasution.

Kapolres menegaskan komitmen jajarannya dalam memberikan perlindungan terhadap anak serta menindak tegas pelaku kejahatan seksual.

Pihaknya juga berkomitmen memberikan perlindungan maksimal, kepada anak sebagai generasi penerus bangsa.

“Memastikan lingkungan pergaulan yang sehat, menanamkan nilai-nilai keagamaan sejak dini. Segera melapor jika menemukan atau mengalami tindak pidana melalui call Center 110. Sementara untuk layanan “Lapor Cak Rama”, laporan juga dapat disampaikan melalui WhatsApp di nomor 0811-8800-2006,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan