GRESIK | lampumerah.id – Tahun 2026 Pemerintah mengalokasikan sekitar 9,8 juta ton pupuk bersubsidi nasional untuk sektor pertanian dan perikanan. Sementara 642.107 ton di antaranya adalah alokasi untuk pupuk organik bersubsidi.
Adapun alokasi pupuk organik bersubsidi, yang menjadi tanggung jawab Petrokimia Gresik sebesar 627.497 ton. Rinciannya 548.201 ton untuk sektor pertanian dan 79.296 ton untuk sektor perikanan.
Kebutuhan pupuk organik subsidi diperkirakan akan semakin besar, seiring semakin tingginya kesadaran para petani dalam mewujudkan pertanian berkelanjutan melalui pemulihan kesuburan tanah.
“Dengan demikian swasembada beras yang berhasil diraih Indonesia di tahun 2025 kemarin bisa terus dijaga dan ditingkatkan di tahun-tahun berikutnya,” ujar Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik, Adityo Wibowo.
Pejabat yang akrab disapa Adit ini, menjelaskan, pertanian berkelanjutan membutuhkan penggunaan pupuk yang seimbang antara pupuk kimia dan pupuk organik.
Pupuk organik berperan penting dalam meningkatkan kemampuan tanah menyediakan nutrisi dari pupuk anorganik, sehingga penyerapan hara oleh tanaman menjadi lebih optimal dan berdampak pada peningkatan produktivitas panen.
Selain itu, penggunaan pupuk organik juga membantu memperbaiki struktur dan kesuburan tanah, sejalan dengan komitmen Petrokimia Gresik dalam membangun ekosistem pertanian yang ramah lingkungan.
Seperti diketahui, Petrokimia Gresik menggandeng 78 mitra produksi Petroganik untuk mendukung kelancaran penyaluran pupuk organik bersubsidi tahun 2026.


