Foto: Istimewa
Aksi warga memasang baliho raksasa menuntut tanah makam dan masjid

GRESIK | lampumerah.id – Warga penghuni perumahan Green Garden Regency Desa Kembangan Kecamatan Kebomas, menuntut dibangunnya fasilitas masjid dan lahan makam.

Aksi warga diungkapkan dengan memasang baliho ukuran besar, persis di pintu masuk perumahan yang satu kompleks dengan IconMall sinJl Wahidin Sudirohusodo, Senin (20/6) malam.

Menurut warga, lahan pemakaman dan masjid adalah sarana fasilitas khusus (Fasus) dan fasilitas umum (Fasum) yang menjadi hak dan harus dipenuhi pengembang.

Warga mengaku kesulitan mencari tanah makam, saat ada salah satu warganya meninggal dunia. Akibatnya, jika ada warga meninggal dunia, terpaksa dimakamkan di luar komplek perumahan dan itu mereka harus beli lahan dulu.

Sholihah, Koordinator Jamaah Pengajian Ibu-ibu Perum Green Garden menegaskan, warga terpaksa menunaikan sholat berjamaah khususnya sholat Jum’at di luar komplek.

Sebab bangunan Masjid yang ada sekarang, ukurannya sangat kecil, sehingga tidak cukup menampung seluruh warga penghuni perumahan.

“Kasihan ibu-ibu kalau sholat jum’at mengantarkan anaknya nyari masjid untuk jumatan, ada yang menyebrang di Kantor Pemda dan lain sebagainya,” ungkapnya.

Koordinator Aksi, Andreas menyatakan, warga penghuni perumahan menuntut pihak pengembang agar segera menyiapkan lahan pemakaman dan masjid yang menjadi kewajibannya.

“Warga Green Garden tidak punya masjid, tidak punya makam, kalau mati dikubur di mana? di kantor pemasaran?
Punya mall tapi gak punya masjid dan makam,” teriak Andreas dalam orasinya.

Andreas mengaku sudah pernah berdiskusi dengan pengembang, tetapi belum menemukan titik terang.

“Kita ketemu dengan mereka yang bukan penentu kebijakan, hanya level pelaksana. Bukan sampai pada level manajemen, tanpa ada kejelasan sampai sekarang,” tandasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Direktur PT RBNP selaku pengembang Icon Apartemen, David Yurianto mengaku permasalahan lahan pemakaman saat ini masih dalam proses penentuan lokasi.

“Sebetulnya makam berada di block C3 belakang, tetapi warga menolak. Makanya kami berkordinasi dengan lurah setempat, untuk mencari lahan,” bebernya kepada media. (san)