GRESIK | lampumerah.id – Dibalik gegap gempita menjelang perayaan tahun baru, Pemerintah Kabupaten Gresik menunjukkan kepeduliannya yang tidak pernah mengenal batas administrasi.

Hal itu dibuktikan. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dengan menjenguk seorang anak berinisial IA (1) di Kecamatan Menganti, yang tengah berjuang melawan penyakit atresia bilier.

Kedatangan bupati yang didampingi Kepala Dinas Kesehatan Mukhibatul Khusnah, jajaran Puskesmas Kepatihan, serta Camat Menganti Bagus Arif Jauhari, sebagai wujud dukungan sekaligus komitmen pemerintah daerah untuk memastikan proses pengobatan dan pendampingan terus berjalan.

Bupati mengungkapkan, informasi awal yang diterima berkaitan dengan kendala layanan Universal Health Coverage (UHC). Setelah dilakukan penelusuran, diketahui KTP orang tua pasien masih tercatat sebagai warga luar Gresik.

“Pelayanan UHC di Gresik memang berbasis NIK warga Gresik. Namun yang paling penting adalah, memastikan anak ini mendapatkan penanganan medis yang dibutuhkan. Saat ini, anak IA sudah dalam perawatan khusus di RSUD Dr. Soetomo Surabaya,” ujarnya.

Disampaikan bupati, kondisi kesehatan anak IA memerlukan penanganan khusus dengan proses yang panjang dan bertahap. Pemerintah Kabupaten Gresik memastikan tetap hadir melakukan pengawalan dan pendampingan, meskipun secara administrasi anak IA bukan warga Gresik. Saat ini, perhatian difokuskan pada pemenuhan kebutuhan gizi sebagai fondasi awal sebelum tindakan medis lanjutan dilakukan.

“Kami terus berkomunikasi dengan RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Apa pun arahan medis berikutnya, termasuk jika nantinya diperlukan rujukan lanjutan ke RS Cipto Mangunkusumo Jakarta, akan terus kami dukung,” tegasnya.

Bupati juga mengajak masyarakat untuk turut mendoakan kesembuhan anak IA, dan memberikan dukungan moral kepada keluarga. Ia menegaskan persoalan kesehatan anak adalah persoalan kemanusiaan yang seharusnya menjadi tanggung jawab bersama.

“Di hadapan seorang anak yang sedang berjuang untuk hidup, tidak ada sekat wilayah. Yang ada adalah kewajiban untuk saling menguatkan dan memastikan harapan tetap menyala,” pungkasnya.