Jakarta | economicnews.id – Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) kembali menggelar buka puasa bersama (bukber) di bulan suci ramadhan. Bukber kali ini dengan tema “Tadarus Ekologi, Buka Puasa Bersama dan Berbagi” diselenggrakan di Ballroom Royal Hotel Jakarta pada Jumat, (13/3/26)
Ketua Umum LPOI Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj dalam sambutannya memperingatkan krisis geopolitik akibat konflik dan perang di Timur Tengah yang semakin memanas berpotensi menjadi ancamana baru krisis global. Ditandai oleh krisis pangan, energi, sistem keuangan internasional dan ancaman ekologi jika perang tidak segera diakhiri.
Selain dihadiri tokoh lintas agama, acara tersebut turut dihadiri Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia Wang Lutong, Menko Pangan Zulkifli Hasan, pimpinan ormas Islam, dan kalangan profesional.
Kiai Said Aqil menyebut konflik geopolitik tidak hanya berdampak pada stabilitas politik global, tetapi juga mengancam ketahanan ekonomi dan kehidupan masyarakat dunia. Ketergantungan negara-negara terhadap energi fosil, pupuk pertanian, serta sistem transaksi keuangan digital global membuat dunia sangat rentan terhadap gejolak perang.
“Ancaman lain yang tidak kalah serius, yakni krisis ekologis akibat perubahan iklim, kerusakan lingkungan, serta tekanan industrialisasi. Kerentanan ekosistem bumi saat ini telah berdampak pada berbagai aspek kehidupan manusia,’’ ujar Said Aqil.
Dalam situasi tersebut, ia menilai negara-negara perlu melakukan langkah adaptasi dan mitigasi secara serius untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan krisis yang dapat terjadi.
“Perang atas nama apa pun harus dihentikan. Krisis ekologi juga harus segera diakhiri agar peradaban dunia tidak bergerak menuju kehancuran. Kedaulatan pangan, energi, keuangan, bahkan kenyamanan ibadah haji dan umrah berpotensi terganggu jika dunia tidak mampu mengelola konflik dan krisis ekologis secara tepat,” kata mantan Ketua Umum PBNU itu.
Kiai Said menutup pernyataannya dengan menegaskan pentingnya kerja sama global berbasis kemanusiaan. Menurutnya, ketika komunitas Muslim Indonesia dan Tiongkok dapat bekerja sama dalam ekosistem pangan, energi, teknologi, dan ekonomi, maka kolaborasi tersebut dapat menjadi kekuatan penting dalam menjaga peradaban dunia.
“Jika persaudaraan kemanusiaan ini terbangun kuat, maka Indonesia dan Tiongkok bisa menjadi bagian dari solusi global untuk masa depan yang lebih stabil dan berkelanjutan.”

Menyambut Duta Besar Tiongkok Wang Lutong setiba di Royal Hotel Jakarta
Sementara itu, Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia Wang Lutong menegaskan bahwa negaranya mendukung upaya-upaya perdamaian global. Ia juga menekankan komitmen Tiongkok dalam menghormati kebebasan beragama dan mendukung dialog lintas budaya.
“Tiongkok akan selalu mendukung upaya perdamaian serta menghormati kebebasan beragama. Kami juga terbuka untuk kerja sama dalam pembelajaran teknologi dan penyelamatan ekologi,” kata Wang.
Sebelumnya, Ketua Harian Masyarakat Cinta Masjid Indonesia (MCMI) Dr. Ir. H. Didi Apriadi, M.Ak, MH, mengapresiasi kegiatan Tadarus Ekologi dan buka puasa bersama yang diselenggarakan LPOI. Ia mengenal dekat dan menjalin hubungan intesn sangat baik dengan Buya panggilanya untuk Kh. Said Aqil Siroj.
Kegiatan tadarus Ekologi dikemas buka bersama ini merupakan bentuk kontribusi dan komitmen kemanusiaan Buya membangun simbol kedekatan antara masyarakat Tiongkok dan umat Muslim Indonesia yang.
“Acara tersebut juga menjadi momentum ikhtiar Buya bagaimana peran komunitas islam bersama komunitas yang lain untuk mendorong kolaborasi lintas negara dalam menghadapi tantangan global, terutama dalam bidang lingkungan hidup, teknologi, dan kemanusiaan.” Timpal Didi usai menyambut Duta Besar Tiongkok Wang Lutong.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.


