GRESIK | lampumerah.id – Petrokimia Gresik mendorong peningkatan produktivitas semangka, terutama di kawasan tapak kuda Jawa Timur, dalam menghadapi cuaca ekstrim.

Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik, Adityo Wibowo, menyampaikan permintaan buah semangka sangat tinggi namun bertepatan dengan cuaca ekstrim sehingga banyak petani semangka di berbagai daerah mengalami gagal panen.

Karena itu, Perusahaan mendorong dan memberi motivasi agar petani semangka tetap optimis dalam berbudidaya meskipun menghadapi tantangan yang ekstrim.

“Petrokimia Gresik memberikan pendampingan kepada petani, berupa penerapan teknologi yang tepat dan penggunaan pupuk berkualitas, agar komoditas semangka menjadi lebih tahan terhadap curah hujan tinggi, sehingga produktivitas petani dapat ditingkatkan,” ujar Adit, sapaan akrab Adityo Wibowo, dalam acara “Panen Raya dan Apresiasi Juara Lomba Pestani Tapal Kuda” di Jember, Jawa Timur, baru baru ini.

Egal salah satu petani Jember peserta lomba menyampaikan terima kasih kepada Petrokimia Gresik, atas program Pestani Semangka Tapal Kuda.

Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar lomba, tetapi merupakan pendampingan komprehensif yang diberikan Petrokimia Gresik untuk solusi petani dalam menghadapi tantangan budidaya di musim hujan.

“Bukan hanya produktivitas yang meningkat, tapi pendapatan kami juga semakin bertambah. Pestani bagi kami adalah solusi,” ujarnya.

Foto:Istimewa

 

 

Melalui Demplot Petrokimia Gresik Petani Semangka Panen 63 ton/ha

 

GRESIK | lampumerah id – Petani buah semangka di kawasan tapak kuda Jawa Timur, banyak mengeluh karena produksi menurun akibat cuaca ekstrim.

Mendengar keluhan itu, Petrokimia Gresik mendorong untuk peningkatan produktivitas semangka, salah satunya melalui “Pestani Tapal Kuda”, yang diikuti petani dari Jember, Lumajang, dan Banyuwangi.

Disaat yang sama, Petrokimia Gresik juga melaksanakan demonstration plot (demplot) sebagai percontohan budidaya dengan metode dan teknologi yang telah terbukti mampu menghasilkan produktivitas tinggi.

Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik, Adityo Wibowo,
menjelaskan, pada demplot di Banyuwangi tingkat kemanisan semangka mencapai 12 Brix, lebih tinggi dari standar manis semangka di angka 10 Brix.

Masa polinasi juga 2–5 hari lebih singkat dari biasanya, serta menghasilkan buah yang lebih padat dan tidak kopong, produktivitas semangka juga mengalami peningkatan hingga 34 persen.

Melalui uji demplot semangka di wilayah Tapal Kuda, di mana hasil panen mencapai 63 ton/ha, meningkat signifikan dibandingkan panen sebelumnya 47 ton/ha di tengah cuaca ekstrim dengan curah hujan yang tinggi.

“Para petani Tapal Kuda ini umumnya menjual semangkanya ke Surabaya, Semarang, Jakarta hingga Lampung. Sementara untuk semangka ukuran kecil, kisaran berat 2 sampai 3 kilogram dijual ke Bali. Dengan hasil yang maksimal, pendapatan petani tentu semakin besar lagi,” ujar Adit, panggilan akrabnya.

Dalam budidaya demplot ini Petrokimia Gresik menggunakan sejumlah produk berkualitas yang sudah teruji meningkatkan produktivitas semangka, termasuk di musim hujan. Di antaranya Phonska Lite, K-Plus, ZA Plus, Petro Biofertil, Phonska Cair, dan lainnya.

“Kami berharap keberhasilan demplot ini dapat diduplikasi petani semangka di wilayah Tapal Kuda, sehingga petani dapat merasakan langsung manfaat produk unggulan Petrokimia Gresik,” ujar Adit.

Tinggalkan Balasan