GRESIK | lampumerah.id – Menjelang berakhirnya program relaksasi pajak daerah, dalam rangka HUT Kota Gresik pada 9 April besok, Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan, dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Gresik melakukan langkah ekstra antisipasi lonjakan wajib pajak.
Kepala BPPKAD Gresik, Andhy Hendro Wijoyo mengungkapkan antusiasme masyarakat sangat tinggi sejak program ini diluncurkan. Mengingat waktu yang tersisa tinggal satu hari, pihaknya telah berkoordinasi dengan Bank Jatim untuk memperkuat infrastruktur teknologi informasi.
“Kami sudah meminta Bank Jatim untuk melakukan upgrade server. Selain itu, kami menggandeng provider pihak ketiga untuk memastikan koneksi internet tetap stabil, saat terjadi lonjakan transaksi online di detik-detik terakhir,” kata Andhy, Rabu (8/4).
Selain penguatan sistem, jam kerja petugas juga ditambah untuk menampung pembayaran kolektif dari desa-desa. Andhy mengajak masyarakat untuk segera memanfaatkan sisa waktu yang ada melalui berbagai kanal pembayaran, baik melalui kantor kecamatan maupun aplikasi online.
“Jika masyarakat menemui kendala saat melakukan pembayaran online di hari terakhir nanti, segera lakukan pengaduan melalui platform Silo Pinter agar bisa segera ditangani petugas,” imbuhnya.
Sementara Kabid Penagihan BPPKAD Gresik, Muhammad Ainul Yaqin, menjelaskan secara teknis sejumlah kecamatan seperti Kebomas, Duduksampeyan, Ujungpangkah dan Kecamatan Kedamean sampai meminta penambahan pelayanan akibat membeludaknya wajib pajak.
“Di Kecamatan Kedamean saja, nilai transaksi dalam satu hari mencapai Rp 53 juta. Ini menunjukkan kesadaran masyarakat meningkat drastis, dengan adanya stimulus ini,” ujar Ainul Yaqin.
Untuk mengoptimalkan capaian, BPPKAD Gresik menerjunkan lima tim lapangan yang berkeliling ke desa-desa setiap hari. Jumlah ini meningkat signifikan dibanding hari biasa yang hanya menyiagakan dua hingga tiga tim. Tim ini bertugas melakukan polling pembayaran, dan pendampingan kolektif di tingkat desa.
Ainul Yaqin menambahkan, diskon Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB-P2) sebesar 25% ini menyasar sekitar 831 ribu wajib pajak atau setara 97% dari total populasi wajib pajak di Gresik.
Target potensi pajak PBB-P2 secara keseluruhan mencapai Rp 46 miliar, namun dengan adanya skema diskon, diprediksi akan ada selisih sekitar Rp 11 miliar.
“Target insya Allah tetap terpenuhi. Bapak Bupati sudah menyiapkan strategi intensifikasi, khususnya menyasar sektor perusahaan untuk menutupi selisih dari diskon yang diberikan kepada masyarakat umum tersebut,” pungkasnya.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.


