SURABAYA l lampumerah.id – Komitmen percepatan pembangunan infrastruktur kembali ditunjukkan jajaran TNI. Komandan Korem (Danrem) 084/Bhaskara Jaya, Brigjen TNI Kohir, turun langsung meninjau progres pembangunan Jembatan Garuda di Kelurahan Genting Kalianak, Kecamatan Asemrowo, Jumat (17/4/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Danrem didampingi Dandim 0830 Kolonel Bambang Raditya bersama jajaran. Hasilnya, progres pembangunan jembatan yang menghubungkan dua wilayah kecamatan itu telah mencapai sekitar 30 hingga 40 persen.
Brigjen Kohir mengaku puas dengan capaian tersebut. Ia menilai pembangunan berjalan sesuai rencana berkat kolaborasi berbagai pihak, mulai dari TNI hingga masyarakat setempat.
“Pembangunan ini melibatkan unsur TNI, warga, dan pihak lainnya. Saya lihat progresnya berjalan sesuai target,” ujarnya di lokasi.
Jembatan Garuda yang dibangun memiliki panjang 32 meter dengan lebar 4 meter. Nantinya, jembatan ini dapat dilalui kendaraan roda dua secara bergantian.
Keberadaan jembatan ini dinilai sangat penting bagi mobilitas warga. Selama ini, masyarakat harus memutar hingga 10 kilometer untuk mencapai tujuan, bahkan tak jarang nekat melawan arus yang berisiko membahayakan keselamatan.
“Dengan adanya jembatan ini, akses warga akan jauh lebih mudah dan aman,” jelasnya.
Brigjen Kohir juga menegaskan bahwa pembangunan Jembatan Garuda merupakan bagian dari program prioritas Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) yang sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.
Di Surabaya sendiri, pembangunan Jembatan Garuda tidak hanya dilakukan di satu titik. Korem 084/Bhaskara Jaya terus melakukan pemantauan di sejumlah lokasi untuk memastikan proyek berjalan optimal.
Ia memastikan program ini tidak akan berhenti setelah proyek yang ada rampung. Ke depan, pemerintah bersama TNI akan terus mengidentifikasi wilayah-wilayah yang membutuhkan akses penghubung.
“Tahun depan akan kita petakan lagi daerah-daerah yang membutuhkan jembatan. Baik itu jembatan beton, reguler, maupun perintis, semuanya akan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat,” tegasnya.
Lebih jauh, ia menekankan bahwa pembangunan tidak hanya difokuskan di kawasan perkotaan, tetapi juga menyasar wilayah pinggiran yang masih minim akses penghubung.
“Di daerah pinggiran Surabaya masih banyak area sawah dan tambak yang dipisahkan sungai, namun belum memiliki jembatan strategis. Ini yang akan menjadi perhatian ke depan,” pungkasnya.(cles)
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.


