GRESIK | lampumerah.id – Menghadapi
berbagai dinamika global yang berpotensi memengaruhi rantai pasok bahan baku industri pupuk dunia, Petrokimia Gresik (PG) telah melakukan berbagai langkah antisipasi.
“Perubahan kondisi global dan potensi gangguan jalur logistik internasional, menjadi perhatian industri pupuk dunia. Namun kami tetap berupaya optimal, dalam memproduksi pupuk sehingga ketersediaan pupuk bagi petani tetap terjaga,” ujar Direktur Utama PG, Daconi Khotob.
Antisipasi yang dilakukan PG, dengan memperkuat strategi pengadaan bahan baku, di antaranya melalui diversifikasi negara asal suplai phosphate rock, potash, dan sulphur, serta optimalisasi pasokan sulphuric acid dari produksi dalam negeri.
Selain itu, perusahaan juga melakukan optimalisasi kontrak pengadaan jangka panjang serta mempercepat pengamanan stok bahan baku untuk kebutuhan enam hingga dua belas bulan ke depan guna menjaga keberlanjutan produksi.
“Di sisi operasional, Perusahaan memastikan kesiapan fasilitas produksi dan operasional perusahaan agar produksi pupuk tetap berjalan optimal untuk mendukung kebutuhan musim tanam nasional,” tandas Daconi.
Daconi memastikan Pupuk Indonesia ( PI) Group berkomitmen melakukan pengawasan ketat agar Penerima Pupuk pada Titik Serah (PPTS) disiplin menerapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah diturunkan Pemerintah sebesar 20 persen untuk seluruh jenis pupuk bersubsidi. Hal ini, tambahnya, menjadi bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung program swasembada pangan nasional.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.


