GRESIK | lampumerah.id – Sebanyak 16 peserta delegasi Asian Organization of Supreme Audit Institutions Working Group on Environmental Auditing (ASOSAI WGEA), bersama Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia, mengunjungi fasilitas smelter PT Freeport Indonesia di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kecamatan Manyar Kabupaten Gresik, Rabu (3/6).

Kedatangan rombongan ini untuk mempelajari pengelolaan sumber daya mineral, proses pemurnian mineral bernilai tambah, serta aspek pengelolaan lingkungan dalam industri pertambangan.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari rangkaian, agenda Kick-Off Meeting ASOSAI WGEA 7th Cooperative Environmental Audit yang digelar di Surabaya, 2–4 Juni 2026.

Perwakilan Lembaga Pemeriksa Keuangan Negara Pakistan, Moeed Ali, mengapresiasi capaian PTFI dalam menjalankan operasional pertambangan dan pengelolaan lingkungan.

“Saya melihat yang dilakukan PTFI merupakan pencapaian yang luar biasa. PTFI mampu menunjukkan keseimbangan, antara kontribusi terhadap penerimaan negara dan komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan,” ujarnya seperti dikutip dalam rilis PTFI, Senin (8/6).

Perwakilan BPK RI menjelaskan, selain Indonesia kegiatan ini diikuti peserta dari Tiongkok, Papua Nugini, Oman, Myanmar dan Pakistan. Melalui agenda tersebut, peserta diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, berbagi pengalaman, serta membangun pemahaman yang lebih baik mengenai peran audit sektor publik dalam mendukung pengelolaan sumber daya yang akuntabel dan berkelanjutan.

Wakil Presiden Direktur PTFI, Jenpino Ngabdi, menyampaikan apresiasi atas kunjungan para delegasi internasional tersebut.

Dijelaskan Jenpino, operasional pertambangan terintegrasi PTFI yang mencakup kegiatan penambangan, pengolahan, hingga pemurnian mineral di fasilitas smelter.

Ia juga memaparkan praktik manajemen lingkungan, kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku, serta berbagai program keberlanjutan yang dijalankan perusahaan.

“Kami sangat terhormat menerima kunjungan dari ASOSAI WGEA dan BPK RI. Kehadiran para peserta ini merupakan bentuk pengakuan terhadap implementasi good governance, serta komitmen kami dalam menjalankan praktik pertambangan terintegrasi hulu-hilir yang berkelanjutan,” katanya

Para delegasi diajak meninjau langsung fasilitas smelter untuk melihat proses operasional, teknologi pemurnian mineral, serta penerapan standar keselamatan kerja dan perlindungan lingkungan yang diterapkan perusahaan.

ASOSAI WGEA merupakan kelompok kerja di bawah ASOSAI yang berfokus pada penguatan kapasitas lembaga pemeriksa keuangan negara di kawasan Asia dalam bidang audit lingkungan.

Saat ini organisasi tersebut beranggotakan sekitar 32 negara, di antaranya Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Thailand, India, Tiongkok, Indonesia, Korea Selatan, Jepang, Rusia, dan sejumlah negara lainnya.

Kelompok kerja tersebut bertujuan memperkuat pemahaman serta kerja sama antar anggota melalui pertukaran pengetahuan dan pengalaman terkait audit lingkungan. Selain itu, ASOSAI WGEA juga memfasilitasi berbagai program pelatihan dan pengembangan kapasitas guna meningkatkan kualitas serta kinerja auditor negara dalam melaksanakan audit lingkungan.

Tinggalkan Balasan