GRESIK | lampumerah.id – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia, Arifatul Choiri Fauzi, mengapresiasi keberadaan Daycare Petrokimia Gresik.
Karena keberadaannya tidak hanya dirasakan oleh putra-putri karyawan, tetapi juga anak-anak dari masyarakat sekitar perusahaan.
“Saya sangat mengapresiasi Petrokimia Gresik, karena yang menikmati daycare-nya tidak hanya anak-anak karyawan. Di sini ada 34 anak di luar karyawan. Biasanya perusahaan untuk memberikan daycare pada anak-anak karyawannya saja sudah berat, tetapi ini bisa berdampak untuk masyarakat,” ujar Menteri PPPA yang akrab disapa Arifah Fauzi, saat kunjungan kerja ke Petrokimia Gresik di Gresik, beberapa waktu lalu.
Menurutnya, salah satu tantangan yang masih dihadapi perempuan pekerja adalah beban ganda setelah memiliki anak. Kondisi tersebut kerap memengaruhi keberlanjutan karier perempuan, bahkan tidak sedikit yang akhirnya memilih mengundurkan diri dari pekerjaan.
Karena itu, keberadaan daycare menjadi salah satu solusi penting untuk membantu perempuan tetap produktif sekaligus menjalankan perannya sebagai ibu.
“Beban ganda yang ditanggung perempuan sering memicu pengunduran diri pasca memiliki anak. Mudah-mudahan ini tidak terjadi di Petrokimia Gresik karena sudah difasilitasi daycare,” katanya.
Kementerian PPPA, tambah Arifah, saat ini terus mendorong implementasi Taman Asuh Ramah Anak (TARA) sebagai standar penyelenggaraan layanan daycare yang berkualitas dan berorientasi pada tumbuh kembang anak.
“Kalau saya melihat data, daycare yang ada di Petrokimia Gresik sudah memenuhi standar. Ke depan bisa kita koordinasikan apa yang bisa diperkuat kembali,” tandasnya.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.


