GRESIK | lampumerah.id – Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar mengunjungi Balai Desa Watuagung Mengare, Kecamatan Bungah, Sabtu (8/8).

Didampingi Ketua KPUG (Komunitas Pelopor Usaha Gresik) M. Ismail Fahmi, menteri yang akrab disapa Cak Imin, melihat langsung dampak nyata program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan PT Permodalan Nasional Madani (PNM), termasuk klasterisasi produk olahan hasil laut khas Mengare berupa terasi dan kerupuk.

Cak Imin mengungkapkan di Watuagung, Gresik, Ikan sudah lama jadi sumber penghidupan. Tapi selama ini hasil tangkapan lebih sering dijual mentah, harganya ditentukan orang lain, nilai tambahnya dinikmati orang lain.

Ibu-ibu nasabah PNM Mekar di Desa Watuagung kini mengolah sendiri hasil tangkapannya, menjadi terasi kemasan bermerek. Dari yang dulu dijual curah, sekarang punya kotak, punya label, punya nilai.

“Saya menangkap cerita yang bukan sekadar soal produk, tapi soal kepercayaan diri bahwa mereka bisa naik kelas. Inilah yang saya sebut pemberdayaan yang bekerja,” ujar Cak Imin.

PNM tidak berhenti di pembiayaan. Ada pendampingan, ada pelatihan, ada klasterisasi. Di Gresik saja, 81 ribu lebih perempuan jadi nasabah aktif Mekar.

“Terima kasih, Ibu-ibu. Semoga terasi buatan Anda hari ini, besok bisa sampai ke mana-mana,” tulis Menko Muhaimin Iskandar di akun FB miliknya.

Menko Cak Imin juga meninjau Ruang Pintar Karya Agung, berdialog langsung dengan pelaku UMKM, serta mengunjungi Kedai Dua Putri.

Ketua KPUG M. Ismail Fahmi, yang juga Wakil Ketua Umum Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Gresik,memberikan apresiasi kepada Cak Imin yang langsung hadir di tengah-tengah pelaku UMKM di Desa Watuagung.

“Bersyukur bisa mengawal langsung kedatangan Menko PM A Muhaimin Iskandar di Desa Watuagung Mengare. Alhamdulillah, klasterirasi olahan ikan menjadi nilai tambah yang menghasilkan cuan lebih  dan Go Nasional,” tutur Fahmi yang juga pengusaha minuman Temu Lawak.

Tinggalkan Balasan