GRESIK | lampumerah.id – PT Petrokimia Gresik (Persero) terus mendorong regenerasi pelestari seni dan budaya Indonesia, dengan memberikan panggung bagi dalang muda dan dalang cilik.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui pagelaran wayang kulit dalam rangka HUT ke 54 Petrokimia Gresik dan HUT ke 81 Republik Indonesia di SOR Tri Dharma, baru-baru ini.

Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob, mengatakan pelestarian budaya merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam menumbuhkan masa depan. Tema HUT :Growing the Future’ tidak hanya berbicara tentang pertumbuhan bisnis, tetapi juga tentang menyiapkan generasi yang mampu meneruskan nilai dan warisan budaya bangsa.

“Pagelaran wayang kulit menjadi agenda rutin tiap ulang tahun perusahaan. Kami ingin ikut memastikan seni wayang tetap memiliki ruang, untuk tumbuh di tengah generasi muda,” ujar Daconi.

Tahun ini, pagelaran wayang kulit menghadirkan lakon pembuka “Sumantri Ngenger” yang dibawakan dalang muda Ki Achmad Bagas Septyawan. Ia merupakan karyawan muda Petrokimia Gresik, sekaligus binaan Sanggar Mahesa Kencana Petrokimia Gresik.

Penampilan tersebut semakin istimewa, dengan hadirnya tiga dalang cilik berbakat dari Kabupaten Gresik. Yaitu Avito Bintang Pratama, siswa kelas 8 SMPN 1 Gresik; Nicolas Davino, siswa kelas 4 SD Petrokimia Gresik; dan Kyano Renand H., siswa kelas 4 MI Nahdlatul Ulama (NU) Terate Putra.

Kehadiran mereka menjadi bukti, bahwa seni wayang tetap memiliki ruang untuk tumbuh di tengah generasi saat ini. Bagi Petrokimia Gresik, regenerasi seniman menjadi bagian penting untuk memastikan wayang tidak hanya menjadi warisan masa lalu, tetapi terus hidup dan berkembang di masa depan.

“Ketika anak-anak muda mau belajar dan tampil membawakan wayang, di situlah kita melihat harapan bagi keberlanjutan budaya. Kami ingin memberikan ruang agar talenta-talenta muda ini terus berkembang dan semakin percaya diri dalam membawa seni tradisi ke generasi berikutnya,” jelas Daconi.

Petrokimia Gresik juga menyerahkan uang pembinaan untuk para dalang cilik, agar menjadi motivasi untuk terus melestarikan budaya wayang, sehingga bisa menginspirasi generasi muda lain di Gresik.

Tinggalkan Balasan