GRESIK | lampumerah.id – Keluarga besar PT Freeport Indonesia (PTFI) melakukan upacara pengibaran Bendera Merah Putih, dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke 81 Republik Indonesia, Senin (17/8).

Menariknya, upacara tersebut dilakukan serentak, di enam lokasi kerja PTFI yang berada di tiga provinsi, yakni Papua Tengah, Jawa Timur, dan DKI Jakarta.

Tema nasional PTFI tahun ini adalah; Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur. Sedangkan sub temanya, One Freeport: Dari Timur Indonesia, Kita Bangkit Bersama.

Pelaksanaan upacara secara serentak ini, menjadi simbol persatuan keluarga besar PTFI dari hulu hingga hilir dalam satu semangat One Freeport.

Presiden Direktur PTFI Tony Wenas bertindak sebagai Inspektur Upacara di lapangan sepak bola Tembagapura diikuti jajaran manajemen dan karyawan dari Kuala Kencana (Kabupaten Mimika), Kantor Perwakilan PTFI di Nabire (Kabupaten Nabire), Smelter PTFI dan PT Smelting (Kabupaten Gresik), serta Kantor PTFI di Jakarta.

Tony Wenas mengatakan semangat Bangkit Bersama bagi PTFI tercermin dalam proses pemulihan operasi tambang bawah tanah, sekaligus tekad seluruh karyawan untuk terus memberikan kontribusi bagi Indonesia.

Menurut Tony, di tengah proses pemulihan terdapat sejumlah pencapaian penting yang menunjukkan komitmen PTFI untuk terus berinvestasi dan tumbuh bersama Indonesia dalam jangka panjang.

Tony menyampaikan, berkat kerja keras seluruh tim dan dukungan berbagai
pihak, kapasitas produksi diproyeksikan dapat mencapai sekitar 65 persen pada akhir semester kedua tahun ini. PTFI menargetkan produksi sekitar 800 juta pound tembaga dan 700 ribu ounce emas.

”Ke depan, kapasitas produksi diharapkan meningkat hingga sekitar 75 persen pada pertengahan tahun 2027, dan secara bertahap mendekati kapasitas produksi penuh pada akhir tahun 2027,” kata Tony.

Pemulihan operasi tersebut tidak hanya penting bagi keberlanjutan kegiatan perusahaan, tetapi juga bagi keberlanjutan kontribusi PTFI kepada negara.

Sepanjang tahun 2025, PTFI telah memberikan kontribusi kepada negara sebesar Rp 75 triliun, termasuk sekitar Rp 13 triliun yang merupakan bagian dari pemerintah Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah dan Kabupaten lainnya di Papua Tengah.

”Kontribusi tersebut mencerminkan komitmen kita yang tidak pernah surut, untuk memberikan manfaat nyata bagi negara dan masyarakat, meskipun kita menghadapi berbagai tantangan. Dan saat nantinya kita mencapai kapasitas produksi 100 persen, maka kontribusi PTFI bagi negara akan mencapai lebih dari 100 triliun per tahun,” kata Tony.

Bagi PTFI, semangat bangkit tidak terlepas dari nilai SINCERE yang menjadi landasan dalam menjalankan kegiatan perusahaan, yaitu Safety, Integrity, Commitment, Respect, dan
Excellence.

“Di tengah semua ujian yang kita hadapi saat ini, dari Tembagapura saya sampaikan Dari Timur Indonesia, dari tanah Papua untuk Indonesia, Freeport Bangkit,” kata Tony.

Tinggalkan Balasan