GRESIK | lampumerah.id – Dari hati nurani yang paling dalam, Isa, 40, kelahiran Rembang yang kini tinggal di Desa Suci, Gresik, mantap memilih Islam sebagai agama yang diyakininya.
Keyakinan tersebut diwujudkan melalui ikrar dua kalimat syahadat, di Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Gresik, Sabtu (12/9), dipimpin Sekretaris MUI Kabupaten Gresik KH. Muhsin Munhamir.
Isa mengungkapkan, keputusannya memeluk Islam lahir dari keyakinan pribadi dan tidak ada pemaksaan.
“Yang mendasari saya memilih Islam adalah dari hati nurani saya yang paling terdalam memilih agama Islam,” ungkap Isa.
Isa menyampaikan, keyakinannya untuk memeluk Islam semakin kuat setelah menemukan pemahaman yang menurutnya memberikan jawaban atas pencarian keagamaannya selama ini.
Isa menyebut, salah satu ayat dalam Al-Qur’an yang menjadi bagian dari proses tersebut.
“Tidak ada paksaan untuk masuk agama Islam. Saya mendapatkan kebenaran di Surat Al-A’raf ayat 25,” katanya.
Setelah mengucapkan dua kalimat syahadat, Isa mengaku merasakan kebahagiaan. Ia berharap dapat menjalani kehidupan barunya sebagai seorang muslim dengan baik, sekaligus meminta doa agar diberikan kekuatan dalam mempelajari serta mengamalkan ajaran Islam.
“Rasanya begitu bahagia. Saya juga minta doanya, semoga bisa menjadi muslim yang baik,” ujar Isa.
Sebelumnya KH. Muhsin Munhamir memberikan nasihat tentang hidayah Allah yang mengantarkan seseorang menuju jalan kebenaran.
Kiai Munhamir mengingatkan, seseorang yang memperoleh petunjuk dari Allah tidak akan ada yang mampu menyesatkannya. Sebaliknya, orang yang disesatkan Allah tidak akan mendapatkan petunjuk dari siapa pun.
“Man yahdillāhu fa-lā muḍilla lahu, wa man yuḍlil fa-lā hādiya lahu. Barang siapa diberi petunjuk oleh Allah, maka tidak ada yang dapat menyesatkannya. Dan barang siapa disesatkan Allah, maka tidak ada yang dapat memberinya petunjuk,” tutur Kiai Munhamir.
Menurutnya, keputusan Isa untuk datang ke Kantor MUI Gresik dan mengikrarkan syahadat merupakan bagian dari perjalanan menuju kebaikan, dan mengajak Isa agar menjadikan momentum tersebut sebagai awal untuk terus belajar dan menjalankan ajaran Islam dengan baik.
“Dari hati nurani menuju agama Islam. Langkah panjenengan dari rumah sampai ke sini termasuk bagian dari ibadah,” ujarnya.
Turut hadir Sekretaris Umum MUI Kabupaten Gresik Makmun, M.Ag., dan Anggota Komisi Pemberdayaan Ekonomi Syariah H. Rasyid Rasminto.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.


