GRESIK | lampumerah.id – Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, membuka Sosialisasi HIV/AIDS dan Pengenalan Warga Peduli AIDS (WPA) di tingkat kecamatan se-Kabupaten Gresik yang diselenggarakan oleh Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Gresik di Ruang Retno Suwari Kantor Bupati Gresik, Selasa (6/10).
Kegiatan yang diikuti Ketua Tim Penggerak PKK dari 16 kecamatan, bertujuan meningkatkan pemahaman mengenai HIV/AIDS, termasuk upaya pencegahan, penanganan, serta peran masyarakat dalam mendukung penanggulangan HIV/AIDS di wilayah masing-masing.
Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif, menekankan penanganan HIV/AIDS tidak hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk pemerintah, masyarakat, dan lingkungan keluarga.
“Yang terpenting adalah bagaimana kita memberikan dukungan kepada masyarakat yang hidup dengan HIV/AIDS agar mereka tetap mendapatkan hak untuk hidup sehat, mendapatkan layanan kesehatan, dan menjalani kehidupan secara baik” ujarnya.
Wabup Alif juga mengajak seluruh pihak untuk mengedepankan pendekatan yang humanis terhadap Orang Dengan HIV/AIDS (ODHIV/AIDS). Stigma negatif, menurutnya, justru dapat menjadi hambatan dalam upaya penanggulangan HIV/AIDS. Karena dapat membuat seseorang enggan mendapatkan layanan kesehatan, maupun menyampaikan kondisi yang dialaminya.
“Jangan memberikan stigma negatif kepada orang dengan HIV/AIDS. Mari kita bangun lingkungan yang lebih peduli, sehingga upaya penanggulangan HIV/AIDS dari Tingkat paling dasar dapat berjalan dengan baik,” tutur Wabup Alif.
Kepala Sekretariat KPA Kabupaten Gresik Nur Chakim mengatakan, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menyamakan persepsi dan menyatukan visi seluruh pihak dalam penanganan HIV/AIDS di Kabupaten Gresik.
Nur Chakim menambahkan, sosialisasi tersebut merupakan bagian dari salah satu program KPA Kabupaten Gresik melalui Warga Peduli AIDS (WPA).
“Kegiatan sosialisasi ini merupakan bagian dari salah satu program yang ada di KPA yakni Warga Peduli AIDS. Kami berharap para peserta dapat menjadi bagian dari penyebarluasan informasi yang benar tentang HIV/AIDS,” tambahnya.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.


