GRESIK | lampumerah.id – Salah satu bentuk penghormatan kepada leluhur adalah dengan sedekah bumi. Seperti yang dilakukan masyarakat Desa Kedanyang Kecamatan Kebomas, yang menggelar tradisi itu pada Sabtu (16/5).

Tradisi yang juga disebut Tegal Deso atau Bersih Deso, diawali dengan kirab tumpeng berisi hasil bumi setinggi kurang lebih 2 meter menuju balai desa yang berjarak sekitar 100 meter.

Sementara di balai desa, sudah menunggu sejumlah pejabat pemkab, camat, tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Dan tentu saja, masyarakat Kedanyang selaku tuan rumah yang membawa 1600 buah ambeng (ember yang berisi hasil bumi, roti dan berbagai jenis buah) yang akan ditukar dengan warga lainnya.

Dengan tema “Sedekah bumi Desa Kedanyang, soko bumi kang subur, tumuju desa kang makmur” (Sedekah Bumi Desa Kedanyang, Dari Bumi Yang Subur Menuju Desa Yang Makmur), puncak kegiatan ini adalah ‘pembongkaran’ tumpeng yang melibatkan puluhan anak-anak warga setempat.

Tidak hanya tumpeng raksasa, sedekah bumi kali ini juga menghadirkan hiburan tradisional yaitu jaranan, reog dan ludruk campursari yang dimulai sejak sore hingga tengah malam.

Kades Kedanyang Mustofa mengaku senang sekaligus bahagia, tradisi bersyukur warganya terap bisa dilaksanakan.

“Sejumlah pejabat, tokoh agama dan tokoh masyarakat semuanya mengikuti acara sejak awal hingga akhir. Ini menunjukkan kalau Desa Kedanyang memang dicintai semua orang,” tegasnya.

Saat ini, tambah Mustofa, di Desa Kedanyang terdapat 15 buah perumahan kebanyakan berlokasi di kawasan ring road. Kenapa Kedanyang jadi primadona pengembang, karena lokasinya sangat strategis. Dekat dengan kompleks kantor bupati, RSUD, kejaksaan, pengadilan BPN, Kantor Pusat PDAM, juga pusat perbelanjaan, ruko moderen dan hotel berbintang.

“Juga dekat akses jalan tol ke Jakarta, Malang dan Surabaya. Selain itu, yang pakai motor kalau ke Surabaya juga lebih cepat karena kita dekat pintu masuk Surabaya di Romokalisari,” ujar Kades Mustofa

Asisten 1 Setda Pemkab Gresik Suprapto yang hadir mewakili Bupati Fandi Ahmad Yani bangga, Desa Kedanyang selain rutin menggelar sedekah buni juga berkembang menuju desa metropolis.

“Desa Kedanyang jadi incaran pemukiman menengah ke atas, sementara areal persawahan dan tambak tetap terjaga sebagai salah satu mata pencaharian warga lokal,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan