Karawang | Lampumerah.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Singaperbangsa Karawang. menggelar kegiatan sosialisasi inovasi pengembangan produk sekam padi menjadi briket, sekaligus strategi pemasaran produk dalam skala nasional dan internasional.
Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat Desa Segarjaya, mulai dari produsen sekam bakar, ibu-ibu PKK, hingga perangkat desa setempat, pada 28 Januari 2026.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pemaparan dari mahasiswa KKN Unsika mengenai peluang dalam mengembangkan sekam padi menjadi produk yang memiliki nilai jual lebih tinggi.
Mahasiswa dalam pemaparannya menjelaskan manfaat pengembangan limbah sekam padi bagi aspek lingkungan maupun ekonomi, khususnya sebagai bahan baku briket yang dapat dimanfaatkan sebagai energi alternatif yang ramah lingkungan dan berdaya saing di pasar.
Kegiatan yang dinilai relevan mengingat Desa setempat merupakan wilayah dengan aktivitas pertanian padi yang cukup tinggi dan telah memiliki beberapa tempat produksi sekam bakar yang berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut.
Turut menghadirkan narasumber Ketua Dewan Pengurus Koperasi Petani Muda Kreatif Jawa Barat, Bapak Asep Mahdum Rowi, yang menyampaikan materi terkait pentingnya perencanaan dan kesiapan matang sebelum memasuki aktivitas perdagangan di pasar nasional maupun ekspor.
“Kita harus mempersiapkan terlebih dahulu apa saja yang harus dilakukan untuk ekspor. Ekspor itu seperti sebuah rumah; ada atap, tiang, dinding, dan pondasi yang harus kokoh. Selain itu, dalam aktivitas perdagangan harus memperhatikan kualitas, kuantitas, dan kontinuitas,” ujarnya.
Menurutnya, produk briket dari sekam padi memiliki potensi pasar yang besar, baik di dalam negeri maupun luar negeri, terutama sebagai sumber energi alternatif yang ramah lingkungan. Potensi tersebut hanya dapat dimanfaatkan secara optimal apabila didukung oleh standar kualitas produk, kapasitas produksi yang memadai, serta keberlanjutan pasokan.
Sosialisasi dilanjutkan dengan praktik langsung pembuatan arang briket dari sekam padi. Mahasiswa KKN Unsika mendemonstrasikan proses pembuatan secara bertahap, mulai dari pengolahan sekam bakar, pencampuran bahan perekat, hingga pencetakan briket. Peserta tidak hanya menyaksikan, tetapi juga diberi kesempatan untuk terlibat langsung dan mencoba proses pembuatan briket tersebut.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Unsika berharap masyarakat Desa Segarjaya dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru yang aplikatif, sekaligus termotivasi untuk mengembangkan produk lokal berbasis potensi desa. Inovasi briket sekam bakar diharapkan mampu menjadi salah satu alternatif usaha yang berkelanjutan dan berdaya saing, serta berkontribusi pada peningkatan ekonomi masyarakat desa.


