GRESIK | lampumerah.id – Pagelaran wayang kulit yang rutin digelar Petrokimia Gresik di SOR Tri Dharma, sebagai puncak HUT Petrokimia Gresik, ternyata selalu mendapat perhatian masyarakat.

Tidak hanya warga Gresik, masyarakat dari beberapa daerah juga antusias pasti datang. Apalagi untuk menikmati langsung tontonan luhur budaya Jawa ini, tidak dipungut biaya sepeserpun.

Seperti diakui Pudji Seti (65), warga Lamongan yang setiap tahun selalu rela datang ke SOR Tri Dharma, untuk menonton pagelaran wayang kulit yang diselenggarakan Petrokimia Gresik.

Menurut dia, di era modern ini tidak banyak perusahaan yang peduli dengan budaya wayang. Tapi Petrokimia Gresik menjadi perusahaan yang konsisten, tiap tahun menyelenggarakan wayang.

“Petrokimia Gresik memiliki kepedulian yang tinggi untuk melestarikan wayang, terbukti saat ini menampilkan tiga dalang cilik yang statusnya masih pelajar SD dan SMP,” ujarnya.

Antusiasme masyarakat terhadap pagelaran wayang kulit Petrokimia Gresik, menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini terlihat dari jumlah penonton melalui kanal YouTube Petrokimia Gresik.

Pada HUT Petrokimia Gresik ke-50, jumlah penonton yang terdata mencapai 4.000 orang. Kemudian pada HUT ke 51 dan ke 52, jumlah penonton masing-masing tercatat sebanyak 5.000 dan 6.000 penonton.

Sementara pada HUT Petrokimia Gresik ke 53 dan ke 54, jumlah penonton tercatat mencapai rekor yang sama, yaitu sebanyak 8.000 orang.

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, memberikan apresiasi kepada masyarakat yang tiap tahun antusias menyaksikan pagelaran wayang kulit di SOR Tri Dharma.

Menurut Daconi, wayang bukan hanya tontonan tetapi juga memiliki banyak tuntunan. Nilai-nilai yang disampaikan melalui cerita dan tokohnya, dapat menjadi pembelajaran bagi semua, terutama generasi muda.

“Semangat untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan, juga penting agar kita semakin siap menghadapi berbagai perubahan di masa depan,” tutur Khotob.

Tinggalkan Balasan