Bekasi | Lampumerah.id – Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Pelita Bangsa yang dilaksanakan di Desa Mekarmukti, Kecamatan Cikarang Utara, resmi selesai pada Sabtu 30 Agustus 2025.
Acara penutupan berlangsung di Aula Desa Mekarmukti dengan suasana hangat dan penuh kebersamaan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa beserta perangkatnya, jajaran RT/RW, tokoh masyarakat, serta Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), beserta perwakilan DPPM Universitas Pelita Bangsa. Kehadiran mereka menjadi bukti apresiasi atas dedikasi mahasiswa yang telah sebulan penuh mengabdi di Desa Mekarmukti.
Selama pelaksanaan KKN, mahasiswa menghadirkan sejumlah program kerja unggulan yang bermanfaat bagi masyarakat desa. Di antaranya:
Penyuluhan TBC – memberikan edukasi kepada warga mengenai bahaya tuberkulosis, cara pencegahan, serta pentingnya menjaga pola hidup sehat.
Sosialisasi bullying dan peningkatan minat baca melalui Teras Literasi – program ini menyasar anak-anak dan remaja desa dengan harapan menumbuhkan karakter positif serta budaya gemar membaca.
Bazar UMKM pada perayaan 17 Agustus – mahasiswa bekerja sama dengan pelaku usaha lokal untuk memeriahkan HUT RI sekaligus mendukung geliat ekonomi masyarakat desa.
Implementasi QRIS – membantu para pelaku usaha kecil agar dapat beradaptasi dengan sistem pembayaran digital yang lebih praktis dan modern.
Pemanfaatan kasgot (kotoran maggot) untuk pupuk Green House – inovasi ini mendukung keberlanjutan program unggulan Green House sebagai sarana pertanian organik yang ramah lingkungan.
Puncak acara penutupan ditandai dengan peresmian Green House melalui prosesi pemotongan tumpeng, sebagai simbol rasa syukur dan harapan agar program tersebut terus berkembang.
Tidak berhenti di situ, suasana menjadi semakin khidmat dan penuh makna ketika mahasiswa KKN Universitas Pelita Bangsa melaksanakan pemberian santunan kepada anak yatim. Anak yatim yang hadir tampak berbaris rapi, menerima bingkisan dan santunan dengan wajah penuh senyum. Prosesi ini berlangsung sederhana namun sarat akan rasa kebersamaan.
Santunan tersebut merupakan wujud nyata kepedulian mahasiswa terhadap masyarakat Desa Mekarmukti, khususnya generasi muda yang membutuhkan dukungan. Mahasiswa berharap, meski dalam bentuk sederhana, pemberian santunan ini dapat menjadi pengingat bahwa kegiatan KKN tidak hanya soal program fisik, tetapi juga menyentuh sisi sosial dan kemanusiaan. Momen tersebut turut menghadirkan rasa haru di antara para tamu undangan. Kepala Desa dan jajaran perangkat desa menyampaikan apresiasi karena mahasiswa mampu menggabungkan inovasi dengan nilai-nilai sosial. Kehadiran santunan anak yatim menjadi penutup yang manis sekaligus meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh masyarakat yang hadir.
Dari berbagai program tersebut, yang menjadi sorotan utama adalah pembangunan Green House. Sejak awal, Ibu Lurah bersama Ibu PKK sering menyampaikan bahwa Desa Mekarmukti sangat mendambakan adanya Green House sebagai sarana pembelajaran, penghijauan, sekaligus ruang produktif bagi masyarakat.
Dalam sambutannya, Bu Lurah menceritakan bahwa harapan itu sudah lama terpendam, namun baru kali ini bisa terwujud melalui kerja keras mahasiswa KKN Universitas Pelita Bangsa. Ia mengungkapkan rasa bahagia dan bangganya karena Green House bukan hanya menjadi simbol inovasi, tetapi juga bukti nyata bahwa kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dapat menghasilkan karya yang bermanfaat dan berkelanjutan.
Lebih jauh, Bu Lurah menambahkan bahwa Green House ini diharapkan tidak hanya menjadi proyek sementara, melainkan mampu dikelola secara berkelanjutan oleh warga. “Saya berharap setelah mahasiswa kembali ke kampus, masyarakat tetap bisa merawat dan memanfaatkan Green House ini. Karena apa yang ditinggalkan oleh mahasiswa bukan hanya bangunan, tetapi semangat kebersamaan dan harapan baru bagi desa kami,” ujarnya menutup
Sambutannya dengan penuh semangat.
Penutupan KKN Universitas Pelita Bangsa di Desa Mekarmukti pun meninggalkan kesan yang mendalam. Tidak hanya menghadirkan program kerja yang bermanfaat, tetapi juga menghadirkan jejak harapan, rasa kebersamaan, dan semangat gotong royong yang akan terus hidup di tengah masyarakat. Green House yang kini berdiri menjadi simbol nyata bahwa mimpi desa bisa diwujudkan ketika mahasiswa dan masyarakat bersatu.


