GRESIK | lampumerah.id – Dinas Cipta Karya, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DCKPKP) Pemerintah Kabupaten Gresik memperkuat komitmennya meningkatkan kualitas hunian masyarakat berpenghasilan rendah, melalui Program Bantuan Stimulan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Sebagai wujud komitmen tersebut, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menyerahkan bantuan stimulan kepada tiga penerima manfaat di Desa Mojowuku Kecamatan Kedamean, Desa Lebanisuko Kecamatan Wringinanom, dan Desa Pucung Kecamatan Balongpanggang.
Masing-masing desa menerima bantuan material untuk satu unit rumah, yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Gresik.
Di Desa Mojowuku, nilai bantuan yang disalurkan sebesar Rp 9.870.000, sedangkan di Desa Lebanisuko Rp 8.475.000. Bantuan diberikan dalam bentuk material bangunan yang disesuaikan dengan kebutuhan perbaikan masing-masing rumah, meliputi pasir, semen, kayu, bata ringan, perekat bata, asbes, kloset, paku, bak mandi, dan material pendukung lainnya.
Wakil Bupati Asluchul Alif menegaskan, Program RTLH merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Gresik dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya penyediaan hunian yang layak.
“Pemerintah Kabupaten Gresik berkomitmen untuk terus mengentaskan kemiskinan melalui berbagai program yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, salah satunya bantuan stimulan Rumah Tidak Layak Huni. Kami ingin memastikan masyarakat memiliki tempat tinggal yang layak sehingga kualitas hidup mereka juga meningkat,” ujarnya.
Ia juga mengimbau agar bantuan yang diterima dimanfaatkan secara optimal sesuai peruntukannya sehingga proses perbaikan rumah dapat berjalan dengan baik.
“Semoga program ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak warga yang membutuhkan. Dengan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan, kita optimistis kesejahteraan masyarakat Gresik akan semakin meningkat,” tuturnya.
Salah satu penerima bantuan, Sarpi, warga Desa Mojowuku menyampaikan rasa syukur atas bantuan yang diterimanya. Ia mengaku selama ini mengalami kesulitan memperbaiki rumah karena keterbatasan ekonomi.
“Saya sangat senang dan bersyukur menerima bantuan ini. Selama ini saya memang kesulitan memperbaiki rumah, karena keterbatasan biaya. Bantuan ini sangat berarti bagi saya,” ungkapnya.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.


