GRESIK | lampumerah.id – Menutup rangkaian kegiatan peringatan HUT Kemerdekaan HUT RI ke 81, Pemerintah Desa Manyar Sidomukti Kecamatan Manyar menggelar acara yang tergolong unik.

Panitia sengaja menghadirkan kembali jajanan jaman dahulu melalui Festival Jajanan Jadul bersamaan dengan penutupan rangkaian kegiatan peringatan HUT Kemerdekaan HUT RI ke 81, yang digelar di jalan utama desa, Senin (31/8) malam.

Ketua panitia acara Rizal mengatakan, rangkaian acara dimulai 10 Agustus dengan berbagai lomba yang diikuti anak-anak, remaja hingga anfgota PKK. Kemudian disusul jalan sehat pada 23 Agustus dan ditutup dengan panggung utama serta jajanan jadul, Senin (31/8).

“Kenapa kita angkat tema jajanan jadul, agar kita semua bisa mengenang masa kecil. Dan untuk generasi sekarang, bisa tahu jenis jajanan jadul,” ujarnya.

Festival jajanan jadul diisi 9 lapak dari 9 rukun tetangga (RT) yang ada, dimana setiap lapak didirikan terbuat dari anyaman bambu dan makanannya tidak boleh sama satu dengan yang lain.

Rinciannya, RT 01 menjual Wedang Ronde , Awok-Awok, RT 02: Getuk Lindri, Madumongso, RT 03: Jongkong, Gempol, RT 04: Horok-horok, Pudak, RT 05: Bakso Pentol Udang, Putri Mayang, RT 06: Kue Dongkal, Blendung mix Ice Cream, RT 07: Klepon, Es Puter, RT 08: Bikang, Kue Rangin, RT 09: Es Siwalan, Jajan Gembos.

Kepala Desa Manyar Sidomukti Ach Chasin, SAB mengatakan dalam acara malam puncak itu, Pemdes Manyarsidomukti juga menyerahkan bantuan berupa genset untuk setiap RT.

Selain itu, pemdes juga menyerahkan beasiswa untuk.23 siswa berprestasi. Mereka terdiri dari 16 siswa tingkat SD/MI, 4 anak tingkat SMP dan 3 siswa tingkat SMA.

“Program beasiswa ini sudah kita lakukan sejak tahun 2020. Syarat penerima beasiswa, selain harus ranking 1 atau 2 juga warga dan berdomisili di desa,” ujar kades.

Kades Chasin juga berterimakasih kepada karang taruna, PKK dan pemdes yang bersedia bekerja keras untuk menggelar acara ini.

“Saya berterimakasih kepada karang taruna, PKK dan pemdes yang selalu berhasil membuat acara dan hasilnya tidak mengecewakan,” ujarnya

Sementara Camat Manyar Hendriawan Susilo, S.Psi mengaku senang acara tahunan di Desa Manyarsidomukti menjadi ajang pemberdyaan masyarakat.

Pertama, pemberian bea siswa dari desa untuk warganya. Kedua, perekonomian warga ditingkatkan dengan membuka lapak khusus jajanan jadul.

“Saya bangga, Desa Manyarsidomukti telah menjaga sekaligus menjaga kuliner warisan leluhur. Sebab sekarang ini, generasi muda kita lebih mengenal makanan junk food dibanding jajan pasar,” puji Camat Silo.

Info adanya festival kuliner jadul, juga mensrik minat waega di luar desa setempat. Salah satunya Eliya, Desa Kedanyang Kecamatan Kebomas ini rela bersepeda motor demi mendapatkan kuliner jadul idolanya, yaitu kue rangin dan es puter.

“Rasanya sekarang sulit mendapatkan kue rangin dan es puter, makanya begitu dapat info Manyasidomukti ada festival kluiner jadul saya langsung ke sini. Dan ternyata benar, 9 lapak yang ada semuanya menjajakan makanan jaman dulu,” katanya.

Tinggalkan Balasan