Pandeglang | Lampumerah.id – Danrem 064/Maulana Yusuf, Brigjen TNI Daru Cahyadi Soeprapto, meninjau pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun Anggaran 2026 di Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, Rabu (22/7/2026). Dalam kunjungan tersebut, Danrem juga menyalurkan bantuan sebanyak 50.000 liter air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan akibat musim kemarau.

Kegiatan diawali di lokasi TMMD Kampung Pangburangan, Desa Pasirgadung, dengan pelepasan mobil tangki yang akan mendistribusikan air bersih ke sejumlah desa yang mengalami krisis air.

‎Selanjutnya, Danrem meninjau progres sasaran fisik TMMD berupa pembukaan dan pengerasan badan jalan, serta menyerahkan bantuan paket sembako kepada warga di sekitar lokasi kegiatan.

‎Brigjen TNI Daru Cahyadi Soeprapto mengatakan, program TMMD tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga menjadi wujud kepedulian TNI dalam membantu masyarakat menghadapi berbagai persoalan di wilayah, termasuk dampak kekeringan yang melanda lima desa di Kecamatan Patia.

‎”Kami meninjau pelaksanaan TMMD di Kabupaten Pandeglang, Kecamatan Patia. Kami melihat progres pembukaan dan pengerasan badan jalan, kemudian penyaluran sembako serta distribusi air.


‎Ada lima desa yang mengalami kekeringan, sehingga Dandim selaku Dansatgas TMMD melaksanakan salah satu sasaran nonfisik, yakni membantu mengatasi kekeringan yang dialami masyarakat,” ujar Danrem.

Menurutnya, distribusi air bersih merupakan langkah cepat untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari selama musim kemarau.

‎”Hari ini kami menyalurkan sebanyak 50.000 liter air bersih kepada masyarakat yang membutuhkan. Mudah-mudahan kekeringan ini tidak menjadi penghalang bagi masyarakat untuk tetap bertahan dan melanjutkan aktivitas. Negara harus hadir untuk memberikan solusi bagi masyarakat,” katanya.

‎Sebagai upaya jangka panjang, Korem 064/Maulana Yusuf bersama Kodim 0601/Pandeglang akan melakukan survei guna menentukan titik pembangunan sumur bor di wilayah terdampak kekeringan.

‎Keberadaan sumur bor tersebut diharapkan mampu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat sekaligus mendukung sektor pertanian, sehingga aktivitas warga tetap berjalan meski menghadapi musim kemarau.

Tinggalkan Balasan