GRESIK | lampumerah.id – “Pestani Rawit Groo Festival” yang digelar Petrokimia Gresik di Desa Belung.Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang, mendapat apresiasi
Kepala Bidang Tanaman Hortikultura Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur, Pudjiati Ningsih.

Saat mengikuti langsung kegiatan itu, Pudjiati Ningsih berharap semakin banyak petani di Jawa Timur dapat memanfaatkan program yang memberikan manfaat nyata dalam mendorong peningkatan produktivitas dan hasil panen.

“Saya berharap kegiatan ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk menjaga ketahanan pangan. Melalui program ini kita bisa menjaga produktivitas dan kualitas cabai rawit,” ujarnya.

Menurut Pudjiati, program ini sangat tepat sasaran dijalankan di Jawa Timur, mengingat provinsi ini merupakan penghasil cabai rawit terbesar di Indonesia. Ia pun berharap, program ini dapat diaplikasikan pada komoditas lain di Jawa Timur selain cabai rawit, semangka, dan melon yang sudah dioptimalkan melalui Program Pestani.

Salah satu peserta Pestani Rawit Groo Festival, Sumarno dari Kelompok Tani, Tresno Tani Gembongan, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar menyampaikan dengan penggunaan produk pupuk dan teknologi budidaya yang dikenalkan Petrokimia Gresik, pertumbuhan dari tanaman cabai rawitnya sangat optimal.

“Pengaplikasian pupuknya mengikuti rekomendasi yang diberikan Petrokimia Gresik. Hasilnya sangat optimal, saya dan teman-teman petani antusias sekali mengikuti program ini,” ujarnya.

Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik, Adityo Wibowo, menjelaskan melalui demonstration plot (demplot), hasil panen mencapai 11,5 ton per hektare, atau meningkat sekitar 13 hingga 15 persen, dibandingkan hasil panen sebelumnya yang 10 ton per hektare.

“Kami ingin mendorong petani cabai rawit di Jawa Timur untuk terus meningkatkan hasil panen melalui pemupukan berimbang, pemanfaatan teknologi, dan praktik budidaya yang tepat,” ujar Adit, sapaan akrab Adityo Wibowo.

Pestani Rawit Groo Festival merupakan bagian dari Program Pestani yang dikembangkan Petrokimia Gresik .
Hingga Juni 2026, dan telah menjangkau 782 petani di 14 kabupaten melalui sejumlah komoditas unggulan, yaitu semangka di kawasan Tapal Kuda, melon di wilayah Pantura, bawang merah melalui Pestani Bawang Merah Nyawiji, serta cabai rawit melalui Pestani Rawit Groo Festival.

Tinggalkan Balasan