BEKASI | Lampumerah.id – Suasana berbeda terlihat di Kampung Teleng, Desa Karang Baru, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Sabtu (5/9/2026). Ratusan warga berkumpul dan memadati area empang untuk mengikuti kegiatan mancing bersama yang digelar Bang Alpian.
Sebanyak 2.000 ekor ikan lele ditebar ke empang untuk memeriahkan kegiatan tersebut. Warga pun terlihat antusias sejak pagi, bahkan sejumlah peserta sudah datang lebih awal untuk mendapatkan posisi terbaik di sekitar empang.
Kegiatan mancing dimulai pada pukul 07.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB. Para peserta diperbolehkan membawa joran atau alat pancing masing-masing.
Bukan hanya sekadar memancing ikan, kegiatan tersebut menjadi ajang berkumpul dan bersilaturahmi antarwarga. Sambil menunggu ikan menyambar umpan, warga terlihat saling berbincang, bercanda dan menikmati suasana kebersamaan.
Calon Kepala Desa Karang Baru, Muhamad Alpian, S.H., mengatakan kegiatan mancing bersama tersebut digelar sebagai sarana untuk mendekatkan diri dengan masyarakat sekaligus menjaga hubungan baik antarwarga.
Menurut Bang Alpian, kebersamaan masyarakat merupakan salah satu modal penting dalam membangun desa. Karena itu, ruang-ruang silaturahmi seperti kegiatan mancing bersama perlu terus dijaga.
“Kegiatan ini bukan hanya soal mancing. Yang paling penting adalah bagaimana kita bisa berkumpul, bersilaturahmi dan menjaga keakraban dengan warga. Mudah-mudahan kekompakan masyarakat Desa Karang Baru selalu terjaga,” ujar Bang Alpian.
Ia juga mengaku senang melihat antusiasme masyarakat yang hadir sejak pagi. Menurutnya, kegiatan sederhana seperti ini dapat menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara warga satu dengan lainnya.
“Saya melihat warga sangat antusias. Ini menjadi kebahagiaan tersendiri karena kita bisa berkumpul bersama, ngobrol dan menikmati suasana,” tambahnya.
Salah seorang peserta, Robi, atau yang akrab disapa Bangoy, mengaku sudah tiba di lokasi sejak pukul 05.00 WIB. Ia sengaja datang lebih awal karena tidak ingin ketinggalan mengikuti kegiatan mancing bersama tersebut.
Bangoy menilai kegiatan seperti ini cukup positif karena memberikan kesempatan bagi warga untuk kembali berkumpul dan berinteraksi secara langsung.
“Saya datang dari jam 5 pagi. Kegiatan seperti ini bagus untuk menjalin silaturahmi bersama warga, karena kita jarang-jarang bisa kumpul seperti ini. Jadi selain mancing, kita juga bisa ketemu dan ngobrol dengan warga lainnya,” ungkapnya.
Di tengah antusiasme warga yang mengikuti kegiatan, peserta juga diimbau untuk bersama-sama menjaga ketertiban, keamanan dan kenyamanan selama acara berlangsung.

Bang Alpian mengajak seluruh peserta untuk tetap menjunjung tinggi sportivitas serta menghormati sesama peserta. Warga juga diminta tidak saling berebut tempat, menjaga barang-barang pribadi, dan mengikuti arahan panitia selama kegiatan berlangsung.
Selain itu, peserta diharapkan turut menjaga kebersihan lingkungan sekitar empang dengan tidak membuang sampah sembarangan.
“Mari kita sama-sama menjaga ketertiban, keamanan dan kebersihan. Jangan sampai karena ingin mendapatkan ikan, kita justru mengganggu peserta lainnya. Yang utama adalah kita bisa mancing dengan senang, bersilaturahmi dan pulang dengan membawa kesan yang baik,” pesannya.
Antusiasme peserta semakin terlihat ketika ikan mulai menyambar umpan. Sesekali terdengar sorakan warga ketika berhasil mendapatkan ikan lele.
Bagi sebagian warga, kegiatan tersebut bukan semata-mata tentang mendapatkan ikan, melainkan kesempatan menikmati kebersamaan dan melepas penat dari rutinitas sehari-hari.
Hingga kegiatan berakhir pada pukul 12.00 WIB, suasana di lokasi tetap berlangsung meriah dan penuh keakraban. Warga tampak menikmati kegiatan dengan tertib.
Kegiatan mancing bersama ini pun menjadi momentum untuk memperkuat silaturahmi, persaudaraan dan kekompakan masyarakat Desa Karang Baru, sekaligus menunjukkan bahwa kebersamaan warga dapat tercipta melalui kegiatan sederhana yang dikemas secara positif dan penuh kekeluargaan.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.


