GRESIK | lampumerah.id – Dari sekian ratus karyawan PT Karunia Alam Segar (KAS), salah satunya memproduksi Mie Sedap, yang dirumahkan perusahaan terdapat seorang perempuan muda berinisial SMT (22), asal Kecamatan Gresik.
Perempuan yang sudah bekerja di Pabrik Mie Sedap sejak 2021 itu, mengaku sebenarnya tidak mau memberitahu atau melibatkan sang ayah terkait dirinya telah dirumahkan oleh perusahaan.
Namun sang ayah mengetahui sendiri, karena melihat dirinya sering berdiam diri di rumah.
“Ayah tau sendiri, waktu itu ayah cuma bilang ke saya disuruh sabar dulu. Saya nurut aja,” terangnya.
Ayah SMT adalah Syaifudin dikenal sebagai aktivis Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI), sekaligus Ketua LSM Gerakan Rakyat Melawan (Geram) Gresik.
Sementara Syaifudin saat dikonfirmasi mengaku telah mengetahui, kalau anaknya termasuk dari ratusan pekerja outsourcing yang dirumahkan oleh perusahaan.
Saat ini ia tengah menyiapkan sejumlah langkah tindak lanjut, agar pihak perusahaan menjalankan kebijakan sesuai ketentuan dan regulasi yang berlaku.
Menurut Syaifudin, praktik merumahkan para buruh outsourcing dengan dalih ada efisiensi bukanlah hal baru di dunia perusahaan. Apalagi praktik ini dilakukan menjelang bulan Ramadan, tentu kondisi ini memperkuat dugaan perusahaan dengan sengaja menghindari kewajiban membayar Tunjangan Hari Raya (THR).
“Tidak hanya tidak mendapat pesangon, para buruh yang dirumahkan juga terancam tidak mendapatkan THR. Maka kami tekankan pihak perusahaan, agar mematuhi ketentuan sesuai regulasi dan aturan yang berlaku,” tegasnya.
Para buruh yang dirumahkan berasal dari perusahaan outsourcing, PT. Atiga Langgeng Mandiri, PT. Asnawa Anugerah Utama, PT. Karya Manunggal Jati, PT. Sabda Alam, dan PT. Perwita Nusaraya.


