GRESIK | lampumerah.id – Kehadiran Petrokimia Gresik di antara petani, terutama petani buah melon Pantura, kini bisa membuat petani melon Pantura tersenyum lebar

Tercatat, sejak hadirnya Petrokimia Gresik produktivitas petani melon Pantura sangat meningkat drastis. Dari rata-rata 18 ton menjadi 20 ton per hektare. Pendapatan petani juga meningkat dalam satu siklus budidaya menjadi rata-rata Rp 22 juta.

“Kami berharap keberhasilan dan tata cara budidaya para peserta lomba ini dapat ditiru petani melon lainnya, sehingga manfaat dari program ini semakin luas dan berkelanjutan,” ujar Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik, Adityo Wibowo.

Salah satu upaya membuat petani tersenyum lebar, adalah dengan menggelar Pestani Melon Pantura. Program yang langsung menyentuh kehidupan petani ini, adalah yang ketiga diadakan.

Sebelumnya, Pestani menyasar petani komoditas kentang di Dieng Raya serta petani semangka di wilayah Tapal Kuda Jawa Timur. Di ketiga acara tersebut, program ini mampu meningkatkan produktivitas pertanian hortikultura di kedua wilayah tersebut.

“Kami ingin menegaskan komitmen Petrokimia Gresik untuk terus menjadi mitra strategis petani, tidak hanya sebagai penyedia pupuk, tetapi juga sebagai sahabat untuk tumbuh bersama dalam meningkatkan produktivitas, kualitas hasil panen, dan kesejahteraan petani,” ujar Adit.

Sementara Juara 1 Pestani Melon Pantura, Suhartoyo mengungkapkan, Pestani ini menjadikan petani melon di kawasan Pantura Jawa Timur semakin berwawasan dalam menghadapi tantangan.

“Penggunaan produk-produk Petrokimia Gresik mampu meningkatkan produktivitas dan kualitas, khususnya berat melon. Pupuk dari Petrokimia Gresik, mampu menjadi solusi terbaik,” ujar Suhartoyo, yang juga Kepala Desa Klotok, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban.

Tinggalkan Balasan