GRESIK | lampumerah.id – Keterlibatan Petrokimia Gresik dalam proyek percontohan Carbon Capture and Utilization (CCU), sejalan dengan berbagai upaya keberlanjutan yang telah dijalankan selama ini

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, menyampaikan pengembangan industri yang ramah lingkungan perlu didukung melalui penerapan inovasi dan peningkatan efisiensi secara berkelanjutan.

“Komitmen ini kami wujudkan dengan menjadi lokasi proyek percontohan CCU bersama Kementerian Perindustrian dan UWin. Kami berharap kolaborasi ini turut mendorong industri nasional yang lebih ramah lingkungan dan berdaya saing,” ujar Daconi.

Wujud nyatanya, Petrokimia Gresik memiliki roadmap dekarbonisasi untuk mendukung target Enhanced Nationally Determined Contribution (ENDC) 2030 dan Net Zero Emission (NZE) 2060. Hingga 2025, perusahaan mencatat pengurangan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) hampir 400 ribu ton setara CO₂ (CO₂e) melalui berbagai program dekarbonisasi.

Inisiatif tersebut mencakup efisiensi energi melalui penerapan teknologi Amonia II dan Purge Gas Utilization, peralihan bahan bakar, pemanfaatan energi terbarukan melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), pemanfaatan kembali CO₂ dalam proses industri, serta elektrifikasi kendaraan dan peralatan operasional.

Daconi menjelaskan kerja sama proyek CCU yang dimulai melalui Nota Kesepahaman pada Januari 2025, dan kick-off pada Juli 2025 ini melibatkan Pupuk Indonesia serta Petrokimia Gresik sebagai penyedia lokasi, utilitas, dan fasilitas pendukung pengujian, termasuk analisis laboratorium.

Sementara Uwin bertanggung jawab atas teknologi dan peralatan, sedangkan Kemenperin mengoordinasikan pemantauan dan evaluasi proyek.

Sebagai tindak lanjut dari pengujian tahap awal, kolaborasi ini juga diarahkan pada rencana pengujian teknologi pengurangan polutan udara berupa partikulat halus PM2.5 di Unit Pembangkit Batubara Petrokimia Gresik.

Tahapan tersebut direncanakan berlangsung hingga Juli 2028, sebagai bagian dari pengembangan dan evaluasi teknologi pengelolaan emisi industri.

Tinggalkan Balasan