GRESIK | lampumerah.id – Pilot project teknologi Carbon Capture and Utilization (CCU) di Gresik, dikunjungi
Menteri Perindustrian Republik Indonesia Muhammad Sarmuji, Jumat (16/10).
Proyek kolaborasi antara Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Pupuk Indonesia, Petrokimia Gresik dan UWin Resources Regeneration Inc. upaya pengembangan teknologi pengurangan emisi sekaligus membuka peluang peningkatan nilai ekonomi melalui pemanfaatan karbon hasil proses industri.
Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Perindustrian, atas dukungan dan arahannya dalam pengembangan teknologi CCU.
Menurutnya, hasil proyek percontohan di Petrokimia Gresik telah menunjukkan pembuktian konsep (proof of concept) yang membuka peluang pengembangan teknologi menuju skala komersial.
“Hari ini kita menyaksikan proof of concept, artinya teknologi baru yang sudah terbukti bisa dimanfaatkan menghasilkan hal yang bermanfaat. Tadi arahan dari Bapak Menteri untuk meningkatkan menjadi komersial. Hitung-hitungan komersialnya nanti kami akan hitung, ketika ini meningkat menjadi komersial,” ujar Rahmad.
Ia menambahkan, Pupuk Indonesia berkomitmen mendukung pengembangan teknologi dekarbonisasi sebagai bagian dari transformasi industri pupuk yang semakin berkelanjutan.
Pengembangan menuju skala komersial akan mempertimbangkan hasil evaluasi teknologi serta kelayakan ekonomi agar penerapannya dapat memberikan manfaat optimal bagi industri.
“Kami berkomitmen untuk terus mendukung upaya dekarbonisasi sebagaimana diarahkan dan diberikan instruksi oleh Kementerian Perindustrian,” tambahnya.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.


